SUMEDANG: Abah Abdul warga Dusun Cijotang Desa Sukasari Kecamatan Sukarapih mengaku selama kegiatan TMMD ke 100 ini berlangsung kurang lebih Satu Bulan sampai dengan tanggal 25 Oktober 2017 nanti, dirinya kebagian bekerja sebagai swadaya masyarakat (Kerja Bhakti) 3 kali dalam seminggu.
Meski demikian dirinya mengaku sangat terbatu dengan adanya pembangunan jembatan melalui Program TMMD ke 100.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan untuk sarana transportasi warga, dalam melaksanakan aktifitasnya sehari hari. Seperti ke kebun atau sawah, anak anak berangkat sekolah,” ujarnya.
Jembatan itupun lanjutnya menjadi penghubung silaturahim antara warga Cijotang dan Margalaksana.
Abdul juga sedikit menceritakan bahwa sebelum jembatan dibangun. Awalnya terbuat dari bambu berukuran panjang 5 M kali 1 M yang dirasa tingkat keamanannya sangat berbahaya. Bahkan pada saat musim hujan beberapa waktu kebelakang jembatan tersebut pernah terseret arus aliran sungai yang sangat deras.
Bahkan kata Abdul dengan kondisi Jembatan terbuat dari Bambu jangankan untuk dilalui kendaraan, untuk jalan kaki saja kita harus sangat hati hati, harapan Abdul semoga dengan terwujudnya jembatan tersebut dapat memberikan efek manfaat bagi warga. ***wan
[TMMD-100] TNI sulap jembatan Cijotang, lebih aman
Reporter: Fitriyani Gunawan | Editor: Redaksi | WIB


Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.
Rekomendasi untuk kamu

Sumedang – Suasana malam yang sejuk di Desa Pamulihan, Kecamatan Situraja, Sumedang tidak menghalangi langkah…

Sumedang, Senin (25/05/2025) – Sebagai bentuk dukungan terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124…

Sumedang, 25 Mei 2025 – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun…













