Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 19 Okt 2017 13:03 WIB ·

Rekonstruksi kasus pembunuhan Opik dimulai dari rumah saksi

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Salahsatu adegan yang dipraktikan tersangka.

  WHATSAPP IMAGE 2017-10-19 AT 12.18.09: Salahsatu adegan yang dipraktikan tersangka.

SUMEDANG – Rekonstrukrsi kasus pembunuhan Opik alias Endit yang diduga dibunuh Cece alias Entoy bin Carta dilakukan sebanyak 47 adegan. Hingga berita ini ditulis polisi baru menyelesaikan sebanyak 32 adegan. Adegan pertama polisi melakukan rekonstruksi dari rumah saksi Eka Suryani di Dusun Cibarengkok, Desa Darmaraja.

Pada 6 Oktober 2017, sekira pukul 09.00 WIB korban tiba dirumah saksi. Saat itu korban duduk di teras rumah sambil minum kopi yang disuguhkan saksi. Lima belas menit kemudian, korban meninggalkan rumah saksi. Selain saksi yang melihat korban beranjak dari rumahnya yakni Sapri.

Usai melakukan reka adegan di Cibarengkok sebanyak tiga adegan, polisi pun melakukan adegan berikutnya di Dusun Cipeundeuy, Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja. Pelaku, Caca melihat korban berjalan di Dusun Cipeundeuy RT 02, RW 07 tepatnya di depan rumah Abas.

Baca Juga  Rekontruksi pembunuhan Opik, polisi sterilkan lokasi

Sementara saksi lain juga melihat korban sedang berada di sekitaran warung milik Mumu di RT 03. Adegan ke-6, menceritakan tentang kejadian tanggal 06 Oktober 2017. Sekira pukul 11.00 tersangka saat itu hendak pulang dari sawah dengan berjalan kaki di jalan setapak dekat sungai Cihonje. Pada saat itulah tersangka melihat korban tengah berada di pinggir sungai dekat kebon bambu, posisi korban saat itu sedang duduk bersila sambil mengangkat kedua tangan. Sambil berjalan pelaku mengatakan, “Jalmi teh nanaon keur kikituan deukeut kebon awi. Ari solat mah kuduna ge di masjid, gawe atuh nu puguh,” celotehnya pada korban dengan suara keras.

Tersangka Cece tiba di rumahnya di Dusun Cipeundeuy RT 02, RW 07 sekira pukul 11.45, dia masuk ke rumah melalui pintu depan. Saat tersangka menutup pintu dia melihat keluar, ada beberapa orang yang berjalan akan pergi solat jumat. Tersangka saat itu hanya duduk di tengah ruangan saja.

Baca Juga  Terpeleset, Wulan Wafat Saat Akan Ziarah di Cisurat Wado

Beberapa saat kemudian korban datang ke rumah tersangka dari arah halaman belakang, dia sempat mengucapkan salam. Tersangka pun melihat korban berada di luar dari balik jendela. Setelah dibukakan pintu belakang rumahnya, mereka pun saling berhadapan. Korban saat itu marah marah, sambil mencekik leher tersangka dengan menggunakan tangan kanannya dengan posisi berhadapan. Tersangka pun mencoba memegang tangan yang tengah mencekiknya itu. Dia berhasil memelintir tangan kanan korban, sehingga cekikannya lepas. Tersangka Cece menarik tangan korban, hingga mereka masuk ke dalam rumah. Perkelahian pun terjadi. Korban kalah, yang kemudian diketahui terluka akibat pukulan dan sabetan golok. ***

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Bupati dan Ketum Pusat Hadiri Pelantikan Koordinator Hamida Kabupaten Sumedang

29 November 2021 - 22:05 WIB

Acara pelantikan koordinator Himpunan Alumni Miftahul Huda ( HAMIDA ) Kabupaten Sumedang masa khidmat 2021 - 2026 dilaksanakan di Gedung Negara. Sabtu 27 November 2021.

Puncak Hari Jadi, Korpri Sumedang Gelar Donor Darah

29 November 2021 - 21:52 WIB

Ketua Panitia Hari Ulang Tahun ke-50 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman

Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany Kini Jadi Komandan Batalyon Infantri Yonif Raider 301/PKS

26 November 2021 - 13:14 WIB

Jabatan Komandan Batalyon Infantri Raider 301/Prabu Kian Santang resmi diserahterimakan dari Letkol Inf Wahyu Alfian Arisandi ke Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany. Upacara serah terima jabatan dipimpin KASBRIG 15 Kujang/II Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Imam Wicaksana di Lapangan Yonif Raider 301 Prabu Kian Santang Sumedang Jawa Barat. Selasa, 24 November 2021.

Imbas Pandemi Covid-19 Angka Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Sumedang Naik Jadi 10,26 Persen

26 November 2021 - 13:04 WIB

Mety Supriyati selaku Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sumedang menyebutkan akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang meningkat dari 9,05 persen menjadi 10,26 persen.

Sambil Menangis Yana ‘Cadas Pangeran’ Sampaikan Permohonan Maaf pada Masyarakat

22 November 2021 - 12:15 WIB

Yana Supriatna, saat menyampaikan permohonan maaf di Mapolres Sumedang. Senin, 22 November 2021.

Heboh Kebohongan Yana Cadas Pangeran, Kini Dia Terancam Tiga Tahun Bui

22 November 2021 - 11:59 WIB

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago
Trending di SUMEDANG