Duh, Tugas Berat, Jaminan Keselamatan Petugas Damkar Sumedang Belum Ada

Kabid Penanggulangan Kebakaran pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumedang Dadang

SUMEDANGONLINE, Sumedang Kota – Miris nasib petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kabupaten Sumedang, hingga saat ini meskipun tugasnya mengandung risiko berat. Namun, jaminan kesehatan dan keselamatan kerjanya belum terjamin.

“Apalagi di Damkar ini berisiko tinggi, dari segi kecelakaan, kesehatan dan lainnya juga. Dan, sampai saat ini untuk jaminan kecelakaan dan kesehatan masih belum ada,” kata Kabid Penanggulangan Kebakaran pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumedang Dadang, saat dihubungi reporter Sumedang Online, Iwan Rahmat di ruang kerjanya.

Tak hanya soal, nasib kelamatan kerja. Status kepegawaian pun dikatakan Dadang hampir 80 persennya masih tenaga Sukwan. “Pegawainya juga, hampir 80 persen tenaga Sukwan. Padahal dari segi persyaratan ini, Satpol PP juga termasuk Damkar, harusnya diutamakan yang PNS,” tambahnya.

Baca Juga  Belajar dari Rumah Menurut Siswa Dirasa Kurang Efektif, Tanggapan Wakasek Kurikulum

Kekurangan lainnya di tubuh Damkar Sumedang, yakni terbatasnya unit kendaraan. Padahal secara geografis Sumedang sangat luas, dengan medan yang berat. Meskipun sudah ada UPT di empat wilayah, namun hal itu masih belum dapat menjangkau ke seluruhan wilayah. Idealnya, sebut Dadang, memang harus ada satu Damkar per kecamatan, berikut dengan petugasnya.

“Yang sudah ada empat UPT. UPT Tanjungsari, Kota, kemudian Darmaraja dan Conggeang dan itu harus ada pengembangan karena wilayah Sumedang sangat luas sekali, kemudian dari kendaraanya juga ada 5 unit. Di masing masing UPT ada Satu dan di sini ada Satu unit. Kedepan kita usulkanlah, syukur-syukur per kecamatan satu, meureunan. Kalau perkecamatan satu, kekurangannya masih 20 lagi, bayangkan. Kekurangan itu harusnya dicicil tiap tahun,” sambungnya.

Baca Juga  Dua Rumah di Rancakalong, Hangus Terbakar

Sementara itu, untuk kebakaran di Kabupaten Sumedang hingga bulan Juli 2018 tercatat 67 kejadian, tersebar di seluruh Kabupaten Sumedang. Dengan nilai kerugian Rp 9,733 Miliar. “Kemudian di musim kemarau ini juga, di bulan Juli dari tanggal satu sampai sekarang ada 19 kali kejadian, dan diperkirakan kerugian mencapai Rp 2,5 miliar,” jelasnya.

“Kami berupaya selain mengajukan anggaran. Kami juga mengajukan pos-pos pemadam kebakaran di masing masing UPT. Ini suratnya sudah kami konsep, karena seperti kejadian kemarin di Surian, ini sangat report sekali. Karena wilayahnya sangat jauh. Itu surian di backupnya sama UPT kota, jadi pas kejadian itu, perjalanan dari Sumedang sampai Surian itu kan sampai Satu jaman, dan backup juga dibantu UPT Conggeang dan hasilnya 6 rumah hampir tidak bisa ditanggulangi,” jelasnya.

Baca Juga  Polres Sumedang Unggah Tiga Tersangka Pengguntingan Bendera, Netizen: Ngerakeun Pisan

“Untuk itu kedepannya ada pos pos khusus, di wilayah tertentu yang tidak terjangkau oleh UPT yang ada, termasuk di wilayah Timur di Cibugel. Itu kan di bawah UPT Darmaraja, tapi karena kondisi lokasinya ada diatas, jadi mobil dari Darmaraja, tidak bisa. Jadi diharapkan ada pos khusus disana, termasuk para anggotanya,” tutupnya. *** IWAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK