Home / BISNIS / Pilihan Redaksi

Kamis, 12 September 2019 - 20:42 WIB

Lucu, Antar Pokja Lelang Berbeda Pemahaman Bikin Bingung Pengusaha

Para pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Sumedang saat berfoto bersama di Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumedang Jalan By Pass Sumedang, Kamis, 12 September 2019.

PARA PENGUSAHA JASA KONTRUKSI DI KABUPATEN SUMEDANG SAAT BERFOTO BERSAMA DI SEKRETARIAT KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI (KADIN) KABUPATEN SUMEDANG JALAN BY PASS SUMEDANG, KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019. PARA PENGUSAHA JASA KONTRUKSI DI KABUPATEN SUMEDANG SAAT BERFOTO BERSAMA DI SEKRETARIAT KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI (KADIN) KABUPATEN SUMEDANG JALAN BY PASS SUMEDANG, KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019.: Para pengusaha jasa kontruksi di Kabupaten Sumedang saat berfoto bersama di Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumedang Jalan By Pass Sumedang, Kamis, 12 September 2019.


SUMEDANG.ONLINE, KADIN — Seorang Pengusaha Jasa Kontruksi membenarkan berkait dengan kondisi usaha di Kabupaten Sumedang yang saat ini memang tidak berpihak ke para pengusaha lokal.

Bahkan dikatakan Adang, seorang pengusaha jasa kontruksi menyebutkan terhadap Peraturan Presiden (Perpres) dan Dokumen Lelang ternyata berbeda-beda pemahaman dari tim Pokja. Kondisi itu tentu sangat merugikan para pengusaha karena dianggap ada standar ganda yang bisa menguntungkan salahsatu pihak.

“Terhadap aturan perpes itu sendiri dan dokumen lelang yang di sampaikan. Itu diantara pokja satu dengan pokja lainnya, itu berbeda-beda tidak satu kata. Ieu mah baseuh, ieu mah teu baseuh. Jadi membingungkan kita. Jadi dalam penetepan pemahaman peraturan itu tidak sama, tidak satu kata. Sehingga akhirnya, ada standar ganda. Ceuk ieu mah lulus, ceuk ieu mah tidak lulus. Itu yang saya rasakan,” ungkap Adang pada SUMEDANG ONLINE usai menyampaikan keluhan pada Kadin Kabupaten Sumedang di Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumedang Jalan By Pass Sumedang, Kamis, 12 September 2019.

Baca Juga  Idul Adha, Peternak Sapi di Cimalaka Kebanjiran Order

Imbas dari tak adanya satu pemahaman dalam Pokja Lelang itu menyebabkan dalam penyampaian kelulusan ataupun ketidaksempurnaan penawaran dirasakan para pengusaha masih ngambang. Meski memang ada yang detail. Kuat dugaan hal itu lantaran beda pemahaman antar Pokja Lelang tersebut.

Baca Juga  Buruan daftar, dalam Sepuluh hari ini 4 ribu blanko KTP-el bakal ludes

“Di Pokja itu tidak satu kata, ada beberapa. Ceuk Pokja ieu lulus, ceuk pokja ieu tidak lulus. Kan kita kalau tender itu pengen tahu di mana kelemahan kita, untuk perbaikan yang akan datang. Ceuk ieu mah kudu lulus, tapi ku Pokja ieu digugurkan,” tandasnya. (IWAN RAHMAT PURNAMA)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Owner Balong Geulis, Dadang Romansyah saat berfose.

Pilihan Redaksi

Menikmati Pemandangan Eksotik Balong Geulis, Ini Fasilitas yang Tersedia

Pilihan Redaksi

Bus Damri terbakar di depan kampus IPDN Jatinangor

FEATURE & OPINI

Sulap Limbah Kulit Kacang Pistachio Menjadi Energi Biogas

OLAHRAGA

Meriahkan HUT ke-72 TNI, Kodim 0610 Sumedang Gelar Turnamen Volly Ball di Lokasi TMMD ke-100
Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang, Yogi Yaman Santosa.

Pilihan Redaksi

Hasil Pleno, Musda X DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang Digelar Besok

Pilihan Redaksi

Disegel KPK, Pelayanan Dinas PUPR Sumedang Berjalan Normal

Pilihan Redaksi

Eni : Empat Pilar Tak Hanya Sekedar Sosialisasi

Pilihan Redaksi

Kodim 0610/Sumedang-BKSDA Hijaukan Lahan Seluas 174 Ha di Blok Patamon Pamulihan