Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Tingkatkan Etos Kerja Birokrasi, Inspektorat Gelar Pengawasan Daerah

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi

SUMEDANG.ONLINE – Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan membuka kegiatan Gelar Pengawasan Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2019 di Aula Tampomas IPP Setda Kabupaten Sumedang, Senin (23/12/2019).

Kegiatan yang digagas Inspektorat Kabupaten Sumedang itu mengusung tema “Mewujudkan Sumedang Simpati melalui peran Inspektorat sebagai Konsultan, Katalis, dan menjamin Kualitas”.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sekretaris Inspektur Daerah Kabupaten Sumedang, Rohaendi Effendi dalam laporannya mengatakan, Gelar Pengawasan merupakan agenda tahunan Inspektorat sebagai upaya dalam melakukan pembenahan dibidang pengawasan.

Dikatakan dia, upaya itu difokuskan pada perubahan paradigma wawasan menjadi lebih berkembang dan bersifat pencegahan melalui fungsi konsultan, katalis, dan menjamin kualitas.

“Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah serta evaluasi terhadap hasil pengawasan yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja dan perbaikan tata kelola pemerintahan di masa yang akan datang,” ujar dia.

Di tempat yang sama Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan mengatakan Inspektorat dan APIP memiliki peran strategis dalam mengawal jalannya pembangunan di kabupaten Sumedang agar target daerah yang terangkum dalam Visi Sumedang Simpati maupun RPJMD dapat tercapai secara tepat waktu dan tepat sasaran.

Baca Juga  Jelang Lebaran, Sumedang Lakukan 11 Titik Penyekatan Jalan

Dikatakan, Paradigma pengawasan saat ini telah mengalami perubahan, semula dari watch dog (anjing penjaga) menjadi trusted advisor (pendampingan terpercaya). Menurutnya hal itu tidak terlepas dari perubahan mindset, komitmen yang kuat dan integritas yang tinggi dari APIP.

“Dibutuhkan komitmen yang kuat dan integritas yang tinggi karena perubahan itu tidak bisa instan apalagi jika sudah menjadi suatu kebiasaan,” ungkapnya.

Wabup juga mengungkapkan bahwa ia mengapresiasi kinerja Inspektorat dan APIP yang telah bekerja secara optimal dalam melakukan tugasnya sehingga berhasil menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan yaitu Kapabilitas APIP atau Internal Audit Capability Model (IACM) level 3 dan Maturitas SPIP level 3.

“Saya berikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Inspektorat khususnya APIP, dengan keterbatasan yang dimiliki, masih bisa bekerja secara optimal memberikan prestasi yang membanggakan, bukan hanya untuk jajaran Inspektorat tetapi juga untuk pemerintah daerah,” ungkapnya.

Namun demikian, kata Wabup, ditengah torehan prestasi tersebut, masih ada PR yang harus dibenahi Inspektorat Sumedang terkait pencapaian target hasil (outcome) dari kegiatan pembinaan dan pengawasan diantaranya masih adanya temuan berulang tiap tahun, baik kelalaian administrasi maupun penyimpangan keuangan.

Baca Juga  KPID Jabar Award 2016: Nyeni, Nyakola, Nyunda, Narigama

Selain itu, masih adanya ASN dan aparatur desa yang terjerat hukum akibat tindak pidana korupsi serta masih belum memuaskannya kepatuhan objek pemeriksaan baik dalam hal rekomendasi tindak lanjut internal maupun rekomendasi hasil pengawasan eksternal (BPK dan KPK).

Oleh karenanya, Wabup mengharapkan kegiatan yang dilaksanakan menjadi salah satu bentuk upaya pembinaan dan pencegahan sehingga gejala penyimpangan yang berindikasi ke arah korupsi kolusi dan nepotisme dapat dicegah.

Di tempat yang sama, BPKP Perwakilan Jawa Barat Jaya Rahmat mengungkapkan beberapa indikator tata kelola pemkab Sumedang telah menunjukan hasil yang sangat baik. Menurutnya, pencapaian tersebut harus disyukuri namun tidak boleh  sampai berhenti meningkatkan kinerja.

“Diluar sana pemerintah daerah saling berkompetisi dan terus berpacu semakin maju mengembangkan kualitas kinerjanya. Oleh karenanya, sudah sepatutnya juga Sumedang terus mengembangkan diri dan memacu kinerja karena masih banyak PR yang harus dikawal dan dibenahi bersama”

Dikatakan Jaya, hasil-hasil yang diperoleh Pemkab Sumedang tidak terlepas dari semakin baiknya implementasi SPIP di Pemda Sumedang serta semakin kuat dan efektif peran Inspektorat Kabupaten Sumedang dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pengelolaan keuangan di Lingkungan Pemerintah kabupaten Sumedang.

Baca Juga  Brak, Pemotor Gagal Nyalip Dump Truk Alami Kecelakaan

Lebih lanjut Jaya mengungkapkan, beberapa tahun belakangan ini di Jawa Barat dan wilayah lain di Indonesia banyak terjadi kasus hukum mapun OTT hal ini tidak terlepas dari indikasi kurang optimalnya peran APIP dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Untuk itu, kata Jaya, APIP harus lebih aktif memberikan ansurance dan jasa konsultasi kepada semua aparat penyelenggara pemerintah daerah dan siap menerima serta merespon berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah daerah   sehingga dapat mengurangi atau memininalisir terjadinya kasus dan permasalahan hukum.

“Untuk melaksanakan peran itu APIP harus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Berbagai kompetensi harus terus dibangun dan ditingkatkan antara lain keahlian dalam managemen resiko untuk mengawal dengan tepat tujuan strategis pemerintah daerah dan tujuan strategis OPD”

Dalam Gelar Pengawasan Daerah Tahun 2019 ini dihadiri Wakil Bupati Sumedang, Perwakilan BPKP  Jawa Barat, APIP Inspektorat Daerah Kabupaten Sumedang, para Kepala OPD, para Kabag, para Camat, sejumlah Lurah dan Kepala Desa, serta undangan lainnya. ***HUMAS SETDA SUMEDANG***

Tinggalkan Balasan