Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 17 Feb 2020 21:21 WIB ·

Bupati Sumedang Sebut CSR Belum Dikelola Secara Optimal

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

DONY AHMAD MUNIR:

SUMEDANG.ONLINE, DPRD (17/2/2020) – Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir menyebutkan banyak perusahaan yang berdiri di Sumedang, namun sejauh ini belum dapat memperoleh hasi optimal dari CSR yang mereka keluarkan.

“Banyak perusahaan yang berdiri dan berlokasi di wilayah Kabupaten Sumedang, baik itu kantor pusat, cabang, maupun PT. Memang telah banyak perusahaan tersebut yang telah menganggarkan dana CSR dan kegiatan perusahaannya untuk pembiayaan pembangunan di Kabupaten Sumedang. Akan tetapi belum dapat memperoleh hasil yang optimal. Hal ini karena tidak dikelola dengan manajemen yang baik, yang didukung dengan regulasi yang mengaturnya. Secara umum dana CSR dikelola langsung oleh perusahaan atau dilakukan dengan cara kemitraan atau dilakukan oleh pihak ke-tiga,” ujar Dony Ahmad Munir saat memberikan kata pengatar dua buah Raperda yakni berkaitan dengan PDAM dan CSR di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumedang, Senin, 17 Februari 2020.

Baca Juga  Dua Mantan Pejabat, Rebutkan Satu Kursi Anggota Dewan Pengawas PDAM

Dihadapan Ketua DPRD Irwansyah Putra dari wakil Ketua DPRD Titus Diah, Jajang Heryana, Ilmawan Muhamad dan para anggota DPRD Sumedang lainnya, Forkopinda Sumedang, serta undangan lainnya. Bupati menjelaskan dalam pengelolaan dana CSR hal itu bergantung dari program atau kegiatan yang dibuat oleh perusahaan. Akan tetapi sebut dia ada juga perusahaan yang menyerahkan pengelolaan CSR pada pihak ke-tiga.

“Namun kelemahannya adalah apabila perusahaan salah memilih organisasi yang mengelola maka sangat berpengaruh dengan jalannya program kegiatan CSR. Dalam hal pengawasan perusahan harus mempunya basis perencanaan yang baik serta mampu mendefenisikan program yang mantap dan ada indikator yang jelas. Karena itu bila perencanaannya berantakan dan tidak ada indikator yang jelas maka pengawasan tidak besar berjalan dengan efektif. Perencanaan bagi TSLP (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan) di Indonesia mengembangan perencanaan partisipatif dengan pendekatan kombinasi antara perencanaan dari bawah ke atas, bottom up planing dan pendekatan atas ke bawah top down planning serta perencanaan kombinasi antara technokrat dan politis,” ucapnya. *IWAN RAHMAT*

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Bupati Minta ASN di Sumedang Harus Berakhlaq Mulia

6 Desember 2021 - 18:26 WIB

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir saat melantik 624 CPNS Kabupaten Sumedang yang diambil sumpahnya untuk diangkat menjadi PNS di Lapangan Upacara IPP. Senin, 6 Desember 2021.

Bupati dan Ketum Pusat Hadiri Pelantikan Koordinator Hamida Kabupaten Sumedang

29 November 2021 - 22:05 WIB

Acara pelantikan koordinator Himpunan Alumni Miftahul Huda ( HAMIDA ) Kabupaten Sumedang masa khidmat 2021 - 2026 dilaksanakan di Gedung Negara. Sabtu 27 November 2021.

Puncak Hari Jadi, Korpri Sumedang Gelar Donor Darah

29 November 2021 - 21:52 WIB

Ketua Panitia Hari Ulang Tahun ke-50 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman

Jadwal Pertandingan Perses Sumedang di Liga 3 Seri 1 Group A

29 November 2021 - 19:17 WIB

Jadwal Pertandingan Perses Sumedang

Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany Kini Jadi Komandan Batalyon Infantri Yonif Raider 301/PKS

26 November 2021 - 13:14 WIB

Jabatan Komandan Batalyon Infantri Raider 301/Prabu Kian Santang resmi diserahterimakan dari Letkol Inf Wahyu Alfian Arisandi ke Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany. Upacara serah terima jabatan dipimpin KASBRIG 15 Kujang/II Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Imam Wicaksana di Lapangan Yonif Raider 301 Prabu Kian Santang Sumedang Jawa Barat. Selasa, 24 November 2021.

Imbas Pandemi Covid-19 Angka Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Sumedang Naik Jadi 10,26 Persen

26 November 2021 - 13:04 WIB

Mety Supriyati selaku Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sumedang menyebutkan akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang meningkat dari 9,05 persen menjadi 10,26 persen.
Trending di SUMEDANG