Home / FEATURE & OPINI

Senin, 6 April 2020 - 02:28 WIB

Cairan Disinfektan Tidak Disemprotkan Ke Tubuh

KETUA Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Wiku Adisasmito

KETUA TIM PAKAR GUGUS TUGAS PENANGANAN PERCEPATAN COVID-19 WIKU ADISASMITO KETUA TIM PAKAR GUGUS TUGAS PENANGANAN PERCEPATAN COVID-19 WIKU ADISASMITO: KETUA Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Wiku Adisasmito


KETUA Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat agar tidak menyemprotkan langsung cairan disinfektan ke tubuh meski diketahui ampuh membasmi virus corona baru itu maupun kuman. Dalam hal ini, ketentuan yang benar menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI adalah bahwa disinfektan hanya boleh untuk benda atau barang saja.

Atas dasar itu, masyarakat disarankan untuk menghindari penggunaan bilik disinfektan sesuai dengan surat edaran dari Kemenkes RI yang tidak menganjurkan alat itu.

“Disinfektan hanya boleh untuk benda atau barang sehingga tidak disarankan untuk disemprotkan ke tubuh manusia,” kata Wiku pada konferensi pers di Graha BNPB di Jakarta, Ahad, 5 April 2020.

Baca Juga  Meski Dihadang, HTI Jabar Sukses Gelar 6 Acara Masirah Panji Rasulullah

Disinfektan dalam edaran Kemenkes RI merupakan bagian dari upaya pencegahan kedua setelah upaya pencegahan pertama berupa cuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir.

Kemenkes menganjurkan disinfektan lebih baik digunakan untuk bahan campuran mencuci baju usai berpergian dari luar rumah sehingga baju tersebut dapat terhindar dari virus, termasuk Covid-19.

Oleh sebab itu, katanya, dianjurkan kepada masyarakat termasuk pemerintah daerah untuk lebih memperbanyak wastafel portabel sehingga memudahkan masyarakat yang berpergian untuk dapat sering mencuci tangan sebagai langkah pertama mencegah Covid-19.

Baca Juga  Memperingati Maulid Nabi Muhammmad Saw, Merekatkan Ukhuwah Islamiyah

“Kita ada baiknya dengan swadaya masyarakat untuk membuat dan memperbanyak tempat cuci tangan di area publik yang dapat diakses di tempat umum, di tempat transportasi umum, supermarket, tempat belanja, dan sebagainya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, hal itu juga diajurkan agar dapat diterapkan secara disiplin oleh seluruh masyarakat mulai dari tingkat RT/RW hingga pemerintah pusat sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jika kita menerapkan disiplin perilaku ini, baik nasional, provinsi, kota, desa, RW/RT sampai tingkat keluarga kami sangat percaya bahwa kita bisa secepatnya menekan kasus ini,” tutup Wiku. (BNPB)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

FEATURE & OPINI

Pantaskan Diri, Saran untuk Bacaleg

FEATURE & OPINI

Tomcat, Sahabat Petani Jangan Dibasmi

FEATURE & OPINI

Kisah Anak Jalanan
Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan saat melakukan penjemputan tiga pasien positif Covid yang dinyatakan telah sembuh dan diperbolehkan pulang setelah diisolasi selama 42 hari di RSUD Sumedang. Rabu, 10 Juni 2020.

FEATURE & OPINI

42 Hari Berpisah dengan Suami karena Covid, Reni Semringah Dapat Kembali Berkumpul

FEATURE & OPINI

Penguatan Peran Regulatory, Pembinaan & Pengawasan Pemerintah Kabupaten Sumedang Dalam Pengelolaan Dana Desa

FEATURE & OPINI

Kabupaten Sumedang dari masa ke masa

FEATURE & OPINI

Ronggeng Gunung Aset Provinsi Jabar

FEATURE & OPINI

Perajin Suling, Kebanjiran Order