Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 13 Apr 2020 23:52 WIB ·

Rahmat Ingatkan Pemda Sumedang Agar Bantuan Misbar Tak Timbulkan Masalah Baru

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes

DRG. H. RAHMAT JULIADI, M.H. KES DRG. H. RAHMAT JULIADI, M.H. KES: drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes

SUMEDANG.ONLINE -Bantuan Sosial yang akan digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dinilai rawan dan berpotensi menibulkan polemik baru di masyarakat. Bantuan yang rencananya akan digulirkan mulai pekan depan ini sebesar Rp500 ribu berupa bantuan pangan dan uang tunai. Bantuan tersebut diperuntukkan untuk masyarakat miskin baru (Misbar) terdampak Pandemic Covid-19.

“Pasalnya, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang mendapat bantuan sosial tersebut sangat jauh jumlahnya dengan kondisi real di lapangan. Karena jumlah masyarakat terdampak akibat wabah ini yang menjadi  masyarakat miskin baru atau diistilahkan Misbar, yang didata oleh tiap desa jumlahnya sangat banyak. Bisa tiga sampai lima kali lipat dari rencana KK yang akan mendapat bantuan,” ujar drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes., pada SUMEDANG ONLINE, Senin, 13 April 2020.

Kondisi tersebut lanjut Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang itu akan membuat pusing aparat kewilayahan dari mulai RT/RW, hingga kepala desa bahkan Camat.

“Karena masarakat yang minta dimasukkan ke dalam data yang akan menerima bantuan sangat banyak. Bahkan tidak sedikit para Ketua RT/RW dan Kepala Desa yang mendapat protes bahkan di ancam oleh warganya yang merasa pendapatannya terdampak oleh wabah covid19 ini, tapi tidak dimasukkan kedalam data penerima bantuan,” jelas dia.

Baca Juga  KPU Sumedang: Peran Media Sangat Penting

Apalagi, sebut Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam pidatonya menyebutkan perantau yang tidak punya KTP Jawa Barat kalau mereka terdampak harus dimasukkan ke dalam data yang akan menerima bantuan.

“Hal ini menambah kebingungan dari para ketua RT/RW dan Kepala Desa. Sebagai contoh ada desa yang sudah mengajukan data lebih dari 500-an KK. Sedangkan yang akan menerima hanya sekitar 200-an KK. Tentu hal ini akan menjadi permasalahan baru dan gejolak masyarakat di tengah wabah covid19 ini. Kalau pemerintah Daerah Sumedang tidak segera mengambil langkah-langkah antisipasi,” bebernya.

Karena itu lanjut Rahmat, pihaknya meminta Bupati Sumedang untuk segera mengambil langkah strategis dengan melakukan validasi terhadap data masyarakat yang terdampak (miskin baru),  antara data yang diusulkan oleh desa dengan data yang selama ini dimiliki oleh Pemda.

“Dalam hal ini Pemdes dan Dinas Sosial. Setelah itu segera putuskan mana saja dan berapa KK yang akan mendapat bantuan dari provinsi dari tiap desa-nya. Langkah selanjutnya yang harus segera di carikan solusinya adalah masyarakat yang sudah terdata sebagai KK yang terdampak, tapi tidak ter cover bantuan dari provinsi karena keterbatasan kuota yang ada, dengan mengalokasikan anggaran dari APBD kabupaten, ataupun Dana Desa atau Alokasi Dana Desa. Karena saat ini pemda sedang melakukan pergeseran anggaran, melalui refocusing anggaran yang ada di semua SKPD untuk penaggulangan covid 19 ini,” tambahnya.

Baca Juga  Kecewa, Jumlah Kuota BLT Kabupaten Sumedang Berkurang

Selain itu sebut dia, anggaran pergeseran yang sudah disiapkan Pemda saat ini baru mencapai Rp30 Miliar, dan pemda berkomitmen untuk menyiapkan sampai Rp60 Miliar.

“Saya cukup mengapresiasi upaya yang telah dilakukan pemda ini. Akan tetapi jumlah anggran yg di butuhkan untuk menanggulagi dampak sosial Pandemi ini sangat besar, dan alokasi Rp60miliar yang direncanakan itu masih jauh dari memadai.”

“Oleh karena nya saya sekali lagi meminta Pemda untuk terus mencari alternatif solusi untuk masalah ini. Dan kami dari DPRD sangat mendukung Pemda untuk mengambil langkah langkah strategis dalam kebijakan anggaran ini,” pungkas dia. *FITRI*

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Buka Festival Kopi Sumedang, Wabup: Bidik Ekspor ke Mancanegara

26 Oktober 2021 - 17:39 WIB

Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan berharap kopi Sumedang makin terkenal bahkan bisa ekspor ke Manca Negara. Hal itu dikatakan Erwan saat membuka Festival Sumedang ke-3 di Kawasan Induk Pusat Pemerintahan Setda Sumedang. Selasa, 26 Oktober 2021.

Sumedang Gelar Pilkades Ditengah Pandemi Covid-19, Wabup Sumedang: Terapkan Protokol Kesehatan Agar Tidak Terjadi Cluster Baru

25 Oktober 2021 - 14:13 WIB

Wakil Bupati Sumedang, H Erwan Setiawan mengingatkan berbagai pihak untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak 2021, 27 Oktober 2021 saat Apel Kesiapan Pengamanan Tahap Pemungutan Suara pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Sumedang di Alun-Alun Sumedang. Senin, 25 Oktober 2021.

750 Personel Polisi Siap Amankan Pilkades Serentak di Kabupaten Sumedang

25 Oktober 2021 - 14:01 WIB

Dari sebanyak 1.200 personel dari Polres Sumedang, 750 diantaranya bakal dikerahkan untuk pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak (Pilkades serentak) di Kabupaten Sumedang pada 27 Oktober 2021.

Naik Singa Depok Desa Tarunajaya, Wabup Erwan Inginkan Kaulinan Barudak Jadi Event Olimpiade

21 Oktober 2021 - 17:40 WIB

Wakil Bupati Sumedang, H Erwan Setiawan saat menaiki singa depok dari Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja pada pagelaran Sadinten Ulin di Sagara Munjul yang menampilkan berbagai kaulinan barudak tempo dulu.

Kenalkan Kaulinan Barudak Tempo Dulu, Desa Sukamenak Gelar Sadinten Ulin di Sagara Munjul

21 Oktober 2021 - 17:12 WIB

Permainan Silat dari Desa Darmajaya, Kecamatan Darmaraja di tampilkan dalam pagelaran Sadinten Ulin di Sagara. Kamis, 21 Oktober 2021.

Manager Sepak Bola PON Jabar Bangga Timnya Lolos 6 Besar

3 Oktober 2021 - 22:14 WIB

Tim Jawa Barat lolos ke babak 6 besar Sepak bola Pon Papua setelah mengalahkan Maluku Utara dengan skor 3-1 di Stadion Mahacandra, Kota Jayapura, Minggu.
Trending di OLAHRAGA