Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Selasa, 2 Juni 2020 - 21:10 WIB

860 Calon Jamaah Haji Asal Sumedang Bakal Gagal Berangkat

Calon Jamaah Haji asal KBIH An-Nuur Sumedang, Jawa Barat, Indonesia saat berada di Makkah. FOTO DOKUMEN 2018.

CALON JAMAAH HAJI ASAL KBIH AN-NUUR SUMEDANG, JAWA BARAT, INDONESIA SAAT BERADA DI MAKKAH. FOTO DOKUMEN 2018. CALON JAMAAH HAJI ASAL KBIH AN-NUUR SUMEDANG, JAWA BARAT, INDONESIA SAAT BERADA DI MAKKAH. FOTO DOKUMEN 2018.: Calon Jamaah Haji asal KBIH An-Nuur Sumedang, Jawa Barat, Indonesia saat berada di Makkah. FOTO DOKUMEN 2018.


SUMEDANG – Kementerian Agama memutuskan membatalkan keberangkatan calon jamaah haji 1441 H / 2020 M. Keputusan itu berimbas pada 860 calon jamaah haji asal Sumedang yang dipastikan bakal gagal berangkat pada tahun ini.

”Pada tahun 2020 ini kuota Haji untuk Kabupaten Sumedang sebanyak 860 orang. Namun, karena adanya keputusan itu, calon jemaah haji asal Sumedang juga otomatis akan batal berangkat tahun ini,” ujar H. Hasan Bisri selaku Kepala Bagian Humas pada Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang H Hasan Bisri pada wartawan. Selasa 2 Juni 2020.

Dikatakan dia, Kementerian Agama RI sudah memutuskan untuk menghentikan keberangkatan Haji untuk tahun 2020. Dengan demikian, maka jadwal keberangkatan para calon jemaah haji ini terpaksa harus ditunda sampai tahun 2021.

Baca Juga  Truk BBM 15 ton terbalik di Tanjakan Cae

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kemenag RI, Nizar mengatakan keputusan pembatalan pemberangkatan calon jamaah haji ini diambil antara lain karena hingga saat ini Saudi belum membuka akses layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441 H / 2020 M.

“Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memberikan kepastian kapan akan dibukanya akses layanan penyelenggaraan haji 1441H/2020M, tidak hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi negara-negara pengirim jemaah haji lainnya,” terang Nizar di Jakarta. Selasa, 2 Juni 2020.

Nizar mengatakan, pihaknya memahami jika Arab Saudi hingga kini belum membuka akses tersebut. Pasalnya, hingga saat ini Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga masih menjadi pandemi. Sebagaimana di Indonesia, hal itu juga berpengaruh pada proses persiapan penyelenggaraan haji yang mereka lakukan. Apalagi, Covid-19 juga dapat mengancam keselamatan jemaah. Sementara agama mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan.

Baca Juga  70 Relawan Jabar Sudah Tiba di Palu

“Pandemi Covid-19 tentu juga menjadi pertimbangan, baik Saudi maupun Indonesia, karena itu terkait kesehatan jemaah,” ujarnya.

Dibuka atau tidaknya akses layanan penyelenggaraan dari Arab Saudi sangat penting dan akan berpengaruh pada persiapan yang dilakukan negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia. Tentu persiapan itu membutuhkan waktu. “Sampai saat ini belum ada kepastian sehingga sudah tidak ada waktu lagi untuk melakukan persiapan,” tandasnya. FITRI

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

VIDEO: Gubernur Jawa Barat sebar 4,2 Juta Ikan di Jatigede

Pilihan Redaksi

Renovasi Ambruknya Atap Gedung Geo Theater Menunggu Hasil Kajian Konsultan

Pilihan Redaksi

Prabowo-Sandi Bidik Kemenangan 80 Persen di Sumedang
Bupati Sumedang saat menggelar rapat bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Pendopo Induk Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang. Kamis, 28 Mei 2020.

Pilihan Redaksi

Ini Harapan Bupati New Normal di Sumedang, Rakyat Produktif Aman dari Covid
Petugas Keamanan Gabungan melakukan razia di Jalan Raya Bandung-Garut. [FOTO: ABAS]

Pilihan Redaksi

Sembunyikan ‘Jarum Suntik’ di Helm, Empat Pemuda Digelandang Polisi
Sejumlah petugas gabungan melaksanakan Ops Yustisi dalam rangka AKB guna mengantisipasi penyebaran covid-19 di wilayah Hukum Polsek Cibugel Polres Sumedang, Selasa 3 Maret 2021.

SUMEDANG

Selain Dikenakan Sanksi, Pelanggar Prokes di Cibugel Diberi Juga Edukasi

Nasional

Serentak dan Online, Pemerintah Buka Pendaftaran 8 Sekolah Kedinasan

SUMEDANG

Bappeda,Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat