Home / BISNIS

Kamis, 9 Juli 2020 - 19:37 WIB

Mendorong UMKM, Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

Ketua Divisi Stabilitas Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Taufik Garsadi.

ISTIMEWA/HUMAS JABAR MENDORONG UMKM: Ketua Divisi Stabilitas Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Taufik Garsadi.


KOTA BANDUNG, SO — Pandemi COVID-19 memukul semua sektor perekonomian. Imbasnya, daya beli masyarakat Jawa Barat (Jabar) pun menurun seiring melesunya kegiatan ekonomi.

Menurut Ketua Divisi Stabilitas Ekonomi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Taufik Garsadi, menggerakkan produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terhambat atau terhenti karena pandemi dapat membuat perekonomian Jabar kembali bergairah.

“Untuk meningkatkan daya beli masyarakat, kami merekomendasikan untuk mendorong UMKM untuk mengatasi dampak dari COVID-19 ini,” kata Taufik dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung. Kamis (9/7/2020).

Taufik mengatakan, pihaknya meminta Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar memetakan UMKM-UMKM di Jabar dan mendirikan UMKM Centre.

Baca Juga  Buah Naga Di tengah Gunung Dahaga

Selain itu, kerja sama UMKM dengan berbagai pihak, seperti HIPMI dan Kadin, perlu dibangun. Kerja sama UMKM dengan industri pun mesti didorong. Tujuannya menghidupkan kembali UMKM-UMKM yang berhenti produksi.

“Dengan pemetaan ini kita bisa memanfaatkan relaksasi-relaksasi diluncurkan pemerintah pusat, khususnya untuk berbagai program,” katanya.

“Industri ini menjadi off-taker pemasarannya UMKM. Otomatis dengan berkembangannya UMKM yang jumlahnya ribuan ini, bisa menjadi meningkatkan daya beli masyarakat,” imbuhnya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar membeli 10 juta masker produk UMKM. Pembelian masker UMKM ini dibagi dua tahap. Tahap pertama masker yang dibeli sebanyak 2 juta masker dari 200 UMKM. Dari 200 UMKM itu Pemda Provinsi Jabar memesan masing–masing 10.000 masker.

Baca Juga  Kunjungi Perajin Senapan Angin, IP: Kudu Bangga dengan Produk Lokal

Tahap kedua, Pemda Prov Jabar akan memesan 8 juta masker dari sekitar 400-500 UMKM. Namun pada tahap kedua ini skala pabrikan juga dilibatkan untuk memenuhi kapasitas produksi dan spesifikasi yang berbeda.

Taufik mengatakan, guna memulihkan industri yang terdampak COVID-19, pihaknya sudah mengambil sejumlah langkah. Pertama adalah membangun kerja sama dengan Percepatan Keuangan Daerah untuk relaksasi kredit.

“Kami bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jabar, terutama untuk mempermudah industri memasarkan produknya untuk ekspor maupun di dalam negeri,” ucapnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

BISNIS

Tumbuhkan WUB di Sumedang, Linda Megawati Fasilitasi Bantuan Mesin Peralatan IKM
Sumedang Akan Gelar Festival Kopi #2

BISNIS

Sumedang Akan Gelar Festival Kopi #2

BISNIS

Salon dan Cafe Methani Hadir di Sumedang

BISNIS

Ini Besaran UMK Tahun 2021 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Sumedang Rp3.241.929,67

BISNIS

Harga Naik Imbas Gula Putih di Sumedang Langka, Ini Jawaban Diskoperindag
Agen brilink yang berada di daerah Kabupaten Sumedang yang terhimpun dalam organisasi Paguyuban Brilink Tandang melakukan kegiatan sosial yang diberi nama berbagi "Semangat Nabung". Kegiatan ini memiliki arti kepanjangan dari berbagi sembako, masker pelindung, takjil dan nasi bungkus, Minggu (3/5/2020)

BISNIS

Agen BRILink Sumedang Berbagi Semangat Nabung di Tengah Pandemi Covid-19

BISNIS

Temu pengusaha besar. Yayan: peluang kemitraan

BISNIS

Wow, kudung remaja paling laris di Rabbani