SUMEDANG

Wabup Canangkan Hari Bersih-bersih Sungai Cipeles

Penulis: IWAN RAHMAT | Editor: Usep Adiwihanda
Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan bersama yang lainnya membersihkan Sungai Cipeles di kawasan Desa Sukatali Kecamatan Situraja, Jumat 9 Oktober 2020.
Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan bersama yang lainnya membersihkan Sungai Cipeles di kawasan Desa Sukatali Kecamatan Situraja, Jumat 9 Oktober 2020. | FOTO: IWAN RAHMAT/SUMEDANGONLINE

SITURAJA, SUMEDANGONLINE — Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, melaksanakan Gerakan Bersih-bersih Sungai Cipeles di Dusun Tonjong Desa Sukatali Kecamatan Situraja, Jumat 9 Oktober 2020.  Dalam kegiatan itu, wabup didampingi Dinas LHK, Camat situraja, Forkopincam Situraja serta pemerintah desa setempat.

Wabup Erwan mengatakan, hari bersih-bersih Sungai Cipeles itu dilakukan dari hulu ke hilir. Dia ingin Sumedang kembali menyandang Sumedang Kota Buludru. Sehingga area Sungai Cipeles itu, harus bersih dari sampah mulai dari hulu sampai hilirnya.

Maka dari itu, agenda besih-berih yang juga sekaligus meresmikan wisata Tonjong di Desa Sukatali Situraja, Erwan meminta pihak desa setempat dan warganya untuk ikut menjaga lingkungan. Salahsatunya dengan tidak membuang sampah ke sungai.

“Ini Grand Canyon-nya Sukatali. Dan diharap dengan adanya wisata ini tidak sampai malah jadi merusak. Saya juga sudah wanti-wanti kepala desa dan camat untuk menjaga keindahan dan kelestarian alam ini,” katanya.

Baca Juga  KBM Tatap Muka di Sumedang Dimulai Januari 2021, Tapi...?

Untuk infrastruktur, pihaknya sudah menyiapkan di anggaran perubahan tahun ini dan akan dilanjutkan pada 2021. Termasuk untuk penerangan di area wisata, karena ada permintaan dari kades setempat.

Namun begitu, Ewan tetap meninta kepada pemerintah desa setempat untuk tetap menjaga lingkungan agar tidak ada yang membuang sampah ke sungai. Dia menyarankan, agar desa berkoordinasi dengan DPMD untuk membuat perdes.

Baca Juga  FKDM dan Forkowas, Kupas Soal Terorisme dan Paham Radikalisme

“Pemkab Sumedang sudah ada perda K3. Bisa dilakukan di tingkat desa dengan perdes, berupa sanksi bagi warganya yang membuang sampah ke sungai dengan denda. Tapi harus sesuai aturan, jangan sampai lebih tinggi sanksinya dari perda,” tukasnya. ***

Tinggalkan Balasan