Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Jumat, 4 Desember 2020 - 05:50 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Kekuatan Ekonomi Baru Jabar di 2021

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menghadiri

YOGI P/HUMAS JABAR PERTEMUAN TAHUNAN: Gubernur Jabar Ridwan Kamil menghadiri "Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Provinsi Jabar: Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi" di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (3/12/2020).


SUMEDANGONLINE – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, ketahanan pangan menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam mendorong ekonomi baru Jabar pada 2021.

Jabar sendiri memiliki tujuh potensi ekonomi baru pascapandemi COVID-19, yaitu: (1) meraup peluang investasi perusahaan yang pindah dari Tiongkok; (2) swasembada pangan; (3) swasembada teknologi; (4) mendorong peluang bisnis di sektor kesehatan; (5) digital ekonomi; (6) penerapan ekonomi berkelanjutan; dan (7) pariwisata lokal.

Terkait swasembada pangan untuk mencapai ketahanan pangan, Kang Emil –menjelaskan bahwa salah satu caranya adalah dengan memaksimalkan potensi lahan di desa untuk bercocok tanam sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, ketahanan pangan bisa mengatasi potensi krisis pangan. Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan sektor pangan sebagai ekonomi baru.

“Itulah mengapa saya mengajak orang kota kembali ke desa, tanah (yang ditanam) nanti disiapkan, yang penting mereka mau berwirausaha di tanah yang kita sediakan. Kalau (swasembada pangan) itu lancar, Insyaallah ekonomi kita akan terkendali,” ujar Kang Emil usai menghadiri “Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 Provinsi Jabar: Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi” di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga  Kang Emil Buka Pelatihan 3.000 Relawan Covid-19 Jabar

Adapun meski secara tahunan (y-on-y) ekonomi Jabar di triwulan III-2020 mengalami kontraksi yaitu minus 4,08 persen akibat pandemi COVID-19, tetapi perekonomian Jabar mulai membaik.

Ekonomi Jabar triwulan III-2020 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 3,37 persen (q-to-q). Hingga September 2020, realisasi investasi di Jabar juga tertinggi se-Indonesia berdasarkan lokasi, dengan nilai mencapai Rp86,3 triliun.

Kang Emil pun optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Jabar akan semakin membaik di 2021 terutama jika didukung ketahanan pangan yang memadai.

“Insyaallah maka tahun depan ekonomi Jabar akan tumbuh 4 sampai 5 persen, walaupun di akhir tahun kita upayakan bisa mendekati 0 atau lebih sedikit,” ucap Kang Emil.

Kang Emil juga menjelaskan, Pemda Provinsi Jabar akan menggelar West Java Agriculture and Food Summit (WJAFS), di mana dalam rangkaiannya terdapat launching program “Petani Milenial”.

“(Program Petani Milenial) yaitu peminjaman lahan untuk anak-anak muda, kemudian mereka akan bertani dengan (tanaman) apa yang kita suruh dan dibeli dengan harga baik,” tutur Kang Emil.

“Sehingga akan lahir budaya baru pascapandemi COVID-19 bahwa hidup yang sejahtera tidak harus di kota tapi bisa dengan tinggal di desa dengan rezeki mendunia,” tambahnya.

Baca Juga  10 Tokoh Awali Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sumedang

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar, Herawanto, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Jabar on the track, artinya sesuai dengan semangat untuk kembali ke arah yang nanti tumbuh normal.

“Kami perkirakan tahun 2021 pertumbuhan ekonomi bisa meningkat sekitar 4,5 sampai 5,5 persen dan ditekankan bisa lebih baik dari itu. Dengan catatan tentunya ada beberapa hal yaitu konsistensi kebijakan, konsistensi dukungan pemda di semua level provinsi dan kabupaten/kota untuk terus menggerakan perekonomian dengan terukur,” kata Herawanto.

Ia berujar, ada beberapa indikator yang bisa menjadikan pertumbuhan ekonomi di Jabar meningkat sekitar 4,5 hingga 5,5 persen, di antaranya ekspor sudah mulai bergerak, pasar ekspor untuk industri di Jabar sudah mulai terbuka, perdagangan antara pemda provinsi dan daerah dengan dynamic balancing arus manusia, barang dan jasa, kembali bergerak.

“Jadi semua indikator-indikator itu terlihat, menjadikan bahwa angka (pertumbuhan ekonomi) 4,5 sampai 5,5 persen menjadi sangat valid,” ujarnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Janin Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Pos Ronda

Pilihan Redaksi

Ketua PWI Apresiasi Pembentukan Pokja Wartawan Setda Sumedang

Nasional

Sumarwan Menjabat Pjs Bupati Sumedang Hingga 23 Juni 2018

Pilihan Redaksi

[RAKER KPU] Setya Widodo soal warga yang belum punya KTP-el. Oom usulkan Suket dari RW saja

Pilihan Redaksi

Ini 50 Anggota DPRD Sumedang Terpilih

Pilihan Redaksi

DPT Jabar untuk Pemilu 2019 Sebanyak 32,6 Juta

Pilihan Redaksi

Irwansyah Nyatakan Siap Mundur Jika Tak Bisa Merubah Sumedang

Pilihan Redaksi

Ferra KDI sebut Zaenal Alimin orang baik dan penuh perhatian