Home / Pilihan Redaksi / Politik

Senin, 22 Februari 2021 - 00:35 WIB

Pangkas Biaya Operasional, Sutrisno Ajak Petani Tinggalkan Sistem Konvesional

Anggota DPR RI H Sutrisno saat kegiatan Bimbingan Teknis bagi petani dan penyuluh Kementerian Pertanian Aspirasi Komisi IV DPR RI di Kabupaten Majalengka di Hotel Fitra Kota Majalengka. Sabtu, 20 Februari 2021.

SUMEDANGONLINE/ISTIMEWA BERI ARAHAN: Anggota DPR RI H Sutrisno saat kegiatan Bimbingan Teknis bagi petani dan penyuluh Kementerian Pertanian Aspirasi Komisi IV DPR RI di Kabupaten Majalengka di Hotel Fitra Kota Majalengka. Sabtu, 20 Februari 2021.


MAJALENGKA, SO – Anggota DPR RI H Sutrisno mengajak petani khususnya di Kabupaten Majalengka untuk beralih dari sistem pertanian konvensional ke moderen.

“Para petani harus mulai beralih ke pertanian dengan menggunakan teknologi. Karena, selama ini para petani kita masih banyak menggunakan cara manual dalam pengembangan pertanian,” ujar Sutrisno saat kegiatan Bimbingan Teknis bagi petani dan penyuluh Kementrian Pertanian Aspirasi Komisi IV DPR RI di Kabupaten Majalengka di Hotel Fitra Kota Majalengka. Sabtu, 20 Februari 2021.

Baca Juga  Presiden: Para Medis Akan Diberikan Insentif Bulanan

Menurut Anggota Komisi IV DPR RI dan Badan Musyawarah DPR RI periode 2019-2024 ini, jika sistem pertanian konvensional masih dibiarkan, lambat laun petani Indonesia akan tergilas. Sedangkan lahan pertanian dari waktu ke waktu semakin berkurang. Disisi lain penduduk dari waktu ke waktu semakin bertambah.

“Kalau ini tetap tidak dicarikan solusi, kedepan kita pasti akan kekurangan pangan,” ucapnya.

Dikatakan, dengan menggunakan teknologi, hasil panen akan lebih berkualitas dan meningkat kuantitasnya. Selain itu, akan memangkas biaya operasional yang cukup tinggi.

Baca Juga  Inalillahi, bayi 9 bulan ditemukan tewas di kandang ayam

“Para petani pun akan mampu bersaing dalam mengekspor barang. Selama ini barang kita selalu kalah bersaing dengan barang luar negeri,” ujarnya.

Karena itu dia mengajak para petani agar meningkatkan kemampuannya dalam bertani sesuai dengan harapan pemerintah pusat. Sehingga, swasembada pangan akan tercapai dan tidak mengandalkan dari import. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Awas Longsor, Tokoh: Anjung Pernah Longsor 50 Tahun Lalu

Pilihan Redaksi

Timwas Ops Mabes Polri Datangi Sumedang, Ini yang Dilakukan

Nasional

Inalillahi, satu keluarga tewas tertimbun longsor

Nasional

Pembangunan Terowongan Nanjung, Jokowi: 2020 Banjir Dapat Diminimalisasi di Bandung
Kapolres Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana saat melakukan peninjauan Dusun Kampung Luwuk di Desa Linggajaya, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang yang akan dijadikan sebagai pilot project Pembentukan Kampung Tohaga Lodaya. Rabu, 17 Juni 2020.

Pilihan Redaksi

Pandemi Corona, Polres Sumedang Siapkan Dusun Kawung Luwuk Jadi Kampung Tohaga Lodaya

Pilihan Redaksi

Warga terdampar di Jakarta, Ini yang Dilakukan Pemkab Sumedang

Pilihan Redaksi

Lima Kades dapat tunjangan Purnabhakti
Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) non-data teknis kesejahteraan sosial (DTKS) berasal dari APBD Kabupaten Sumedang mulai disalurkan kepada para penerima manfaat bekerjasama dengan Bank Sumedang. Bertempat di Aula Kantor Kelurahan Kotakulon Kecamatan Sumedang Selatan. Rabu 29 April 2020.

Pilihan Redaksi

Pemkab Sumedang Mulai Salurkan BLT non-DTKS