Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Bupati Sumedang Terapkan Sistem Injak Gas dan Rem dalam Penanganan Covid-19

Penulis: Fitriyani Gunawan | Editor: Redaksi
Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir saat mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi Covid-19 di wilayah Jawa Bali melalui Video Conference bertempat di Gedung Negara. Rabu, 4 Agustus 2021.
Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir saat mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi Covid-19 di wilayah Jawa Bali melalui Video Conference bertempat di Gedung Negara. Rabu, 4 Agustus 2021. | FOTO: Istimewa

SUMEDANGONLINE, Sumedang: Untuk penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Sumedang. Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir menyebutkan pihaknya akan menerapkan perspektif “Injak Gas dan Rem” antara kesehatan dan ekonomi sesuai porsinya masing-masing.

“Ketika kasus Covid-19 naik, kesehatan yang kita gas, dan ekonomi kita rem. Namun sebaliknya, ketika Covid-19 melandai, maka kesehatan yang direm dan ekonomi yang digas,” ujar Bupati Sumedang. Jumat, 6 Agustus 2021 dalam keterangannya.

Dikatakan dia, adanya  Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat diyakini terbukti efektif menurunkan terkonfirmasi aktif, BOR dan jumlah pasien yang meninggal, serta meningkatkan jumlah pasien sembuh.

“Catatan hari ini BOR turun dari hari sebelumnya. Semula 63,42 persen sekarang 60,60 persen Positivity Rate juga kembali turun. Pengujian sebelumnya di angka 29,33 persen dan pengujian terakhir di angka 21,27 persen,” imbuhnya.

Terkait capaian Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sumedang, dia mengaku sudah sekitar 16 persen.

Baca Juga  Poktan Sri Mekar Jaya Uji Coba Penanaman Padi Varietas Lokal

“Kami akan terus gencarkan vaksinasi ini dan memaksimalkan 35 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sumedang. Per Puskesmas 200 sasaran. Kemudian memaksimalkan mobile vaksin, tiap Rabu dan Kamis di Islamic Center ada Pos Vaksin yang dibantu oleh Urkes Polres, Kesdim, Brimob dan Yonif,” terangnya.

Dikatakan Bupati, ia juga melakukan kerja sama dengan berbagi lembaga dalam rangka mempercepat capaian 70 persen di akhir Desember 2021.

Baca Juga  70 Relawan Jabar Sudah Tiba di Palu

“Ada dari perguruan tinggi, ada alumninya dan perguruan tingginya. Ada serbuan vaksin kemarin sebanyak 2500 oleh KASAL di Tadjimalela. Begitu juga di kawasan industri Kahatex yang dipantau langsung oleh Kapolri dan Panglima TNI dengan target 9000,” ujarnya.

Nanti, 16 Agustus dengan Angkatan Udara. Harapan saya vaksinasi di Sumedang 70 persen bisa tercapai.***

Tinggalkan Balasan