Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 14 Agu 2023 10:14 WIB

Tak Sekadar Monumen, Menara Kujang Jadi Tempat Edukasi Budaya

Reporter: IWAN RAHMAT | Editor: Fitriyani Gunawan


 Monumen Kujang Sapasang di Kawasan Jatigede yang digadang-gadang sebagai patung Perbesar

Sumedangkab/SUMEDANG ONLINE
Monumen Kujang Sapasang di Kawasan Jatigede yang digadang-gadang sebagai patung "Liberty"-nya Sumedang akhirnya diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Minggu (13/8/2023).

SUMEDANG – Monumen Kujang Sapasang di Kawasan Jatigede yang digadang-gadang sebagai patung “Liberty”-nya Sumedang akhirnya diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Minggu (13/8/2023).

Dalam empat bulan ke depan di menara tersebut akan hadir Museum Kujang sebagai wahana edukasi budaya.

“Menara Kujang Sapasang ini tidak hanya bentuk visualnya saja sebagai monumen, tapi ada edukasi budaya, namanya Museum Kujang,” kata Gubernur Jabar yang kerap disapa Kang Emil saat diwawancara usai peresmian.

Dikatakan Kang Emil, nantinya di museum itu akan ada puluhan koleksi kujang tertua di dunia untuk mengedukasi masyarakat yang datang ke museum.

“Akan ada puluhan kujang yang usianya puluhan hingga ratusan tahun dengan segala makna-maknanya untuk mengedukasi pengunjung,” ujarnya.

Sementara itu, Budayawan Sunda Budi Dalton menyambut positif adanya rencana penambahan fasilitas berupa Museum Kujang yang representatif

“Tidak hanya menampilkan artefak saja, tapi masyarakat Sunda bisa tahu nilai nilai filosofis kujang. Kalau sudah tahu, orang tidak akan sembarangan _golar goler_ nyimpen kujang, karena sudah paham akan nilainya,” kata Budi.

Budi menyebutkan, berdasarkan penelitian, ada 12 jenis Kujang dengan lima fungsi yang berbeda beda sesuai dengan karakeristik kujang itu sendiri.

“Fungsinya berbeda-beda, ada yang sebagai senjata atau pakarang, ada pakakas, ada juga yang dijadikan sebagai pusaka dan sajen,” terangnya.

Dengan segala jenis Kujang yang akan ditampilkan, kata Budi, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami Kujang sebagai senjata, tetapi secara ergonomis juga dilihat dari bentuknya yang estetis.

“Terlalu estetis jika hanya dijadikan senjata. Jadi pasti kujang ini sebuah simbol, hanya saja simbol apa didalamnya,” pungkasnya. ***

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Pj Bupati Sumedang Apresiasi Capaian SAKIP Kecamatan Surian

12 Juli 2024 - 23:49 WIB

Pj Bupati Sumedang Yudia saat memberikan arahannya dalam Roadshow Pembinaan SAKIP Kecamatan Surian di Aula Kantor Kecamatan Surian, Jumat (12/7/2024).

Pj Bupati Sumedang Ingatkan Camat Surian Tingkatkan Pengawasan PBB

12 Juli 2024 - 23:46 WIB

Pj. Bupati Sumedang, Yudia Ramli pada acara Pembinaan SAKIP di Kecamatan Surian. Jumat, (12/7/2024).

Kabid Aset BKAD Sumedang Serahkan 9 Unit Motor Dinas Bertenaga Listrik

12 Juli 2024 - 14:12 WIB

17 Klub Siap Bertanding di Piala Doamu Cup U-45

11 Juli 2024 - 16:34 WIB

Technical Meeting Dony Ahmad Munir Cup di Cafe Si Bungsu Darmaraja, Sumedang. Rabu, 10 Juli 2024.

Sumedang Sedang Bentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah

5 Juli 2024 - 17:23 WIB

Pj. Sekda Sumedang, Tuti Ruswati saat melakukan monitoring Tanah dan Bangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kantor BRIN Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Jumat (5/7/2024).

Atasi Kemiskinan, Sumedang Luncurkan Kartu TANGKIS

3 Juli 2024 - 21:09 WIB

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang meluncurkan program inovatif bernama Kartu Tangkal Kemiskinan (TANGKIS) sebagai solusi penanganan miskin ekstrem di Sumedang. Peluncuran Kartu TANGKIS diawali dengan tapping kartu oleh Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Yudia Ramli didampingi Forkopimda di Saphire City Park (SACIPA). Rabu (3/7/2024).
Trending di SUMEDANG