9 Jan 2024 21:15 WIB | PENULIS: Fitriyani Gunawan | EDITOR: IGUN GUNAWAN
Farah Puteri Nahlia Caleg DPR RI Dapil Sumedang, Majalengka dan Subang saat melakukan kampanye di Desa Cilengkarang, Kecamatan Wado. Selasa 9 Januari 2024.
Igun Gunawan/SUMEDANG ONLINE
Farah Puteri Nahlia Caleg DPR RI Dapil Sumedang, Majalengka dan Subang saat melakukan kampanye di Desa Cilengkarang, Kecamatan Wado. Selasa 9 Januari 2024.

SUMEDANG – Farah Puteri Nahlia Caleg DPR RI Dapil Sumedang, Majalengka dan Subang mengajak masyarakat Sumedang untuk berperan aktif dalam mengawasi setiap bantuan dari pemerintah yang diperuntukkan untuk masyarakat agar tepat sasaran.

Jika masyarakat menemukan adanya oknum yang menyalahgunakan bantuan dari pemerintah Neng Farah meminta masyarakat untuk segera melaporkan ke wakil rakyatnya.

“Semua bantuan sosial dari pemerintah (seperti) PKH, BLT, bantuan untuk ibu hamil, bantuan kesejahteraan bantuan untuk pemuda itu betul-betul didapatkan oleh masyarakatnya. Karena setahun itu anggaran di desa Rp900 juta pertahunnya, anggaran itu bukan untuk kades, anggaran itu bukan untuk aparat-aparat desa, tapi untuk masyarakatnya. Jadi apabila anggaran itu tidak sampai ke tangan masyarakat, itu wajib dilaporkan. Dan masyarakat tidak boleh takut, dan harus aktif menyuarakannya. Kalau bingung menyuarakannya ke mana? bisa ke Neng Farah ke Kang Bagus (Anggota DPRD Sumedang), pasti akan kita bantu. Karena kita tahu, mana yang baik, mana yang buruk, mana yang benar, mana yang salah. Inilah yang akan kita luruskan, kebiasan-kebiasan yang buruk seperti inilah yang harus kita hilangkan,” ujar Farah Puteri Nahlia saat melakukan Kampanye Politik di Desa Cilengkrang Kecamatan Wado. Selasa, 9 Januari 2024.

Karena sebut Neng Farah, pemerintah banyak sekali menggelontorkan bantuan untuk masyarakat Indonesia. Namun sayangnya, terkadang ada masyarakat yang belum paham bagaimana cara mengakses bantuan tersebut.

“Karena dari pemerintah banyak sekali program dari A-Z, mulai dari bantuan sosial pertanian, kesejahteraan perempuan dan anak, pendidikan, posyandu, semuanya ada tapi kadang program-programnya tidak sampai ke tangan masyarakat karena masyarakat tidak tahu cara mendapatkannya atau saya punya program tapi tidak dikasih sama salahsatu oknum di desa karena mesti nurut ini nurut itu. Itu namanya tidak berperikemanusiaan, kerjanya tidak benar. karena itu hak masyarakat, tidak boleh hak masyarakat itu ditahan-tahan apalagi diturunkan dengan syarat-syarat tertentu,” imbunya.

Sementara berkaitan dengan pesta demokrasi dimana pemilihan umum yang kurang dari 40 hari, Neng Farah berharap masyarakat terutama yang ada di Desa Cilengkrang dapat menikmati pesta demokrasi dengan nyaman dan aman, tanpa ada rasa ketakutan.

“Kita akan melaksanakan apa yang namanya pesta demokrasi, karena ini namanya pesta demokrasi. Kalau ada hajatan senang nggak bu? Kalau jogedan suka nggak? Jadi kalau pesta pasti joged. Nah sama halnya dengan pesta demokrasi, jangan sampai pesta demokrasi ini malah dibikin takut. Tapi pesta demokrasi ini adalah tempat kita untuk mengekspresikan pilihan kita. Ini merupakan keputusan kita, masa depan kita mau di bawa kemana?” ungkapnya.

Pada kesempatan itu dirinya mengaku ingin mengubah stigram buruk politik, yang saat ini kerap dianggap ngebosenin dan lainnya.

“Insyaallah Neng Farah sebagai anggota DPR saat ini. Saya pengen merubah stigma politik yang katanya ngebosenin, yang katanya diktator, yang katanya tajam ke bawah tumpul ke atas, pengen saya ubah. Saya pengen masyarakat melihat politik, melihat demokrasi itu segar tidak ada rasa takut. Saya pengen masyarakat bisa dekat dengan saya, apabila ada aduan-aduan yang ingin disampaikan silakan disampaikan,” pungkas dia. ***

Install SUMEDANGONLINE MOBILE
| Advertorial