Menu

Mode Gelap

BISNIS · 18 Okt 2017 01:46 WIB ·

IPB Teliti Dinamika Sosial Ekonomi Usaha Pisang Di Jawa Barat

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

PISANG1:

Peneliti Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA-IPB), Fasih Vidiastuti Sholihah, Dr. Rilus A. Kinseng dan Dr. Satyawan Sunito melakukan penelitian tentang dinamika sosial ekonomi usaha komoditas pisang skala rakyat di Jawa Barat.

Pisang, salah satu buah unggulan di Indonesia yang mendapat prioritas untuk dikembangkan secara intensif. Kabupaten Cianjur merupakan sentra produksi utama pisang di Jawa Barat yang masih bertumpu kepada pengembangan skala rakyat. Meningkatnya konsumsi pisang membuat pisang dijadikan sebagai komoditas yang dikembangkan untuk perbaikan ekonomi masyarakat pedesaan.

Dr. Rilus mengatakan, pengembangan pisang tidak hanya terbatas pada peningkatan produksi, namun juga harus mempertimbangkan keberkelanjutannya. Kebijakan selama ini hanya terbatas pada peningkatan produksi yaitu pemberian modal usaha. Hal ini diperlukan formula untuk pengembangan pisang skala rakyat.

Baca Juga  Wow Bank Sumedang Kembali Raih Prestasi Top BUMN

Penelitian ini dilakukan di Desa Talaga dan Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurut Dr. Rilus, sejak awal masyarakat menanam pisang sebagai salah satu tanaman pangan untuk mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga. Masyarakat kedua desa tersebut menanam pisang dengan pengetahuan mengenai cara produksi yang didapatkan secara turun-temurun.

Dr. Rilus menyampaikan, pengembangan pisang terjadi secara berkelanjutan sejak dilaksanakannya program Primatani sebagai program pengembangan hortikultura nasional. Pelaksanaan pengembangan pisang merupakan respon dan permintaan masyarakat yang ingin mengembangkan pisang sebagai tanaman komersial setempat.

Dr. Rilus juga menuturkan, pengadaan program ini pun telah membuka pasar untuk bersentuhan langsung dengan para petani. Proses distribusi komoditas ini melalui tujuh tipe value chain (rantai nilai) yang menghubungkan petani sampai ke konsumen akhir. Tipe-tipe tersebut merupakan gambaran dari proses interaksi sosial yang terjadi pada satu desa secara keseluruhan.

Baca Juga  Muncul meme lucu pelanggan yang gagal registrasi kartu SIM Prabayar

“Kelembagaan yang ada pada sistem pertanian pisang yaitu produksi, penguasaan lahan, kelompok tani, hubungan kerja serta distribusi. Kelembagaan ini terbentuk atas dasar kerjasama dan saling menguntungkan antar aktor. Sehingga mempermudah kerja para aktor dalam setiap proses pada sistem pertanian pisang,” ujarnya.

Selanjutnya Dr. Rilus juga menambahkan, komoditas pisang memberikan sumbangan berupa modal finansial dan modal sosial. Petani menjadikan pisang sebagai aset yang dapat dijaminkan untuk mendapatkan pinjaman uang kepada para tengkulak. Modal sosial yang terbentuk menjadi pembuka jalan bagi tercapainya empat modal lainnya. Modal sosial yang terdapat di tempat penelitian ini adalah kelembagaan dari proses produksi hingga distribusi.(AT/ris)

Facebook Comments Box
ipb-teliti-dinamika-sosial-ekonomi-usaha-pisang-di-jawa-barat/" data-order-by="social" data-numposts="5" data-width="100%" style="display:block;">
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Sertipikatkan Tanah Melalui Program Sertipikasi HAT Mandiri Lintas Sektor UMKM, Pemohon Mengaku Tak Persoalkan Biaya

31 Oktober 2021 - 15:29 WIB

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir saat memberikan sambutan saat penyerahan 500 sertipikat tanah yang dibagikan pada para pelakum UMKM di Kabupaten Sumedang, di Gedung Negara, beberapa waktu lalu.

Sumedang Gelar UMKM Milenial Sumedang Naik Kelas

28 Oktober 2021 - 03:45 WIB

Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama Yayasan Masyarakat Indonesia Emas dan Kementerian Koperasi UKM menggelar UMKM Milenial Sumedang Naik Kelas di Ruang Tampomas IPP Sumedang. Rabu, 27 Oktober 2021

IWAPI Sumedang Bantu Korban Bencana Banjir dan Longsor Cimanggung

13 Januari 2021 - 19:41 WIB

IWAPI DPC Kabupaten Sumedang

Imbas Pandemi Covid-19 Dirasakan Petani Tembakau Sumedang

12 Januari 2021 - 22:08 WIB

Petani tembakau Iip rustandi warga Dusun Babakan Limus RT 02 RW 11 Desa Cihanjuang

Harga Kepokmas Relatif Stabil di Sejumlah Pasar di Sumedang

11 Januari 2021 - 19:50 WIB

Harga kebutuhan pokok masyarakat di sejumlah pasar di Kabupaten Sumedang relatif stabil.

Asosiasi UMKM Sumedang Ajak Pelaku Usaha Berjualan di Pasar Kaget Jatigede Setiap Hari Minggu

13 Desember 2020 - 13:21 WIB

Trending di BISNIS