Home / PENDIDIKAN / Pilihan Redaksi

Selasa, 25 September 2018 - 10:53 WIB

SMK Jurusan Kopi Pertama di Indonesia Ada di Sumedang



[DESK]Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution meresmikan pilot project SMK jurusan kopi di SMK PPN Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang, Senin (24/9/2018). Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi dan Waki Bupati Sumedang, Erwan Setiawan.

Adanya SMK jurusan Kopi tersebut kata Darmin sebagai upaya pemerintah dalam mempersiapkan bidang-bidang keahlian yang lain untuk dijadikan percontohan. “Tentu nanti tidak perlu bidang kopi aja, bisa juga bidang-bidang yang lain,” ujar Darmin.

Darmin mengatakan banyak program keahlian yang sudah diindentifikasi untuk mengembangkan program tersebut. Tahun ini, baru jurusan kopi yang menjadi percontohan. Hal ini dikarenakan anggaran yanv terlalu besar jika dilakukan langsung secara besar-besaran. Walaupun mengeluarkan anggaran besar, anggaran program keahlian ini sudah disediakan pada APBN tahun depan. Program ini diyakinkan dapat di kembangkan di Indonesia.

Baca Juga  Ridwan Kamil Tinjau Pelaksanaan Misa Natal

Darmin juga menjelaskan program baru untuk keahlian dan keterampilan ini, merupakan cara pendidikan agar siswa tidak dibebankan pelajaran terlalu banyak. Siswa dianggap sudah menguasai pelajaran yang telah diampunya sejak sd dan smp. Sehingga kali ini perlu berfokus pada keahlian sesuai dengan minat dan potensi pada daerah sekitarnya.

Darmin mengatakan yang paling penting bagi siswa dapat belajar mengenai keahlian dan keterampilan. Sehingga untuk program kedepan, metode belajar saat ini dapat diaplikasikan cukup hanya sepertiganya saja dari pembelajaran seluruhnya.

Baca Juga  Forum TBM Sumedang Ajak Anak Gemar Membaca

“Cukup sepertiga saja, satu pertiga lagi itu praktek, dan satu pertiga lagi arahnya yaitu magang,” ujar Darmin.
Selain itu, Darmin menjelaskan tentang hambatan yang akan dialami oleh program ini. Ia mengatakan ada perbedaan antara praktik dengan magang, yaitu seperti teaching factory.

Hambatannya adalah berada dalam sistem perpajakan teaching factory itu perlu disetor ke negara. Pemerintah akan mengusahakan agar tahun depan dapat dipakai untuk pengembangan sekolah itu sendiri.***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Besok, TMMD ke-100 Wilayah Sumedang Dibuka

Pilihan Redaksi

Peringati Hari Jadinya ke-49, Anggota Korpri Sumedang Lakukan Ziarah Kubur ke Makam Pahlawan
Keterangan Pers Mabes Polri terkait dengan penangkapan terhadap  dr Lois Owien karena diduga menyebarkan pernyataan tidak percaya dengan adanya virus Covid-19.

Nasional

Polisi Tangkap Dokter Lois, Dianggap Menyebarkan Berita Bohong yang Menimbulkan Keonaran

Pilihan Redaksi

Usai Santap Makanan Kenduri 18 Warga Diduga Keracunan

Pilihan Redaksi

Dibeda-bedakan pihak EO, sejumlah wartawan ngadu ke Dirut BPJS Ketenagakerjaaan

Pilihan Redaksi

Divisi advokasi Doamu Esa, Akan Laporkan Panwascam Buahdua

JATINANGOR

Waduh, Redis TN di Jatinangor jadi ajang bancakan

FEATURE & OPINI

Bolehkah Guru “Kaya”