Home / FEATURE & OPINI

Kamis, 18 Juni 2020 - 04:09 WIB

Cerita Dibalik Perancangan dan Pembangunan Monumen Soekarno di Aljazair

Monumen Soekarno di Aljir, Aljazair.

ISTIMEWA/HUMAS JABAR MONUMEN SOEKARNO: Monumen Soekarno di Aljir, Aljazair.


GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menceritakan perancangan dan pembangunan Monumen Soekarno di Aljir, Aljazair. Kang Emil sendiri menginisiasi dan merancang monumen yang didirikan untuk menghormati Soekarno tersebut.

Menurut Kang Emil, awalnya ia berdiskusi dengan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Aljazair Safira Machrusah soal inisiasi penghormatan kepada Soekarno di Aljazair. Hal tersebut karena Aljazair sangat menghormati dan menghargai jasa Soekarno di negaranya.

Setelah berdiskusi, Kang Emil berkunjung ke Aljazair untuk menemui Gubernur Aljir. Dalam kunjungan tersebut, ia mendapat persetujuan Gubernur Aljir untuk membangun Monomen Soekarno.

“Aljazair punya kemiripan rasa hormat ke Bung Karno, bahkan lebih (dari negara lain). Sehingga dalam diskusi awal-awal disampaikan bagaimana kalau kita membuat inisiatif yang sama di Aljazair, tapi jangan hanya nama jalan seperti di Mesir, melainkan sebuah monumen,” kata Kang Emil dalam Dialog Sejarah Historia.Id bertajuk Bung Karno Berdiri di Aljazair, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (16/6/20) malam.

Baca Juga  Hari ini, 21 Oktober lalu, Pangeran Santri Dinobatkan Sebagai Penguasa Sumedang

“Saya bilang, kalau Pak Gubernur (Aljir) mengizinkan, bolehkah bapak proklamasi kami yang menginspirasi Asia Afrika, bapak sediakan sebuah tempat, nanti semuanya saya urus, dan langsung disetujui,” imbuhnya.

Gubernur Aljir menyediakan lahan yang berada di pusat kota untuk dibangun Monumen Soekarno. Monumen didesain setengah lingkaran berbentuk bulan sabit dengan lima lingkaran. Kemudian, di tengahnya, berdiri patung Soekarno yang menghadap ke dua sisi.

“Ada bulan sabit sebagai lambang Aljazair, ada lima lingkaran sebagai simbol Pancasila, simbol falsafahnya orang Indonesia. Dan ditengahnya itulah sosok Bung Karno kita dibangun,” ucap Kang Emil.

Baca Juga  Salat Awal Waktu Selamatkan Satu Keluarga dari Musibah Tragedi Cae

Untuk membangun monumen itu, Kang Emil berkolaborasi dengan seniman Dolorosa Sinaga. Gaya seni teranyarnya, kata Kang Emil, dinilai sangat tepat karena menunjukkan tampilan yang sama di kedua sisi, sehingga patung Bung Karno akan tampak sedang menyapa pengguna jalan dari kedua arah.

“Setelah itu saya menghubungi Ibu Dolo, untuk merancang bentuk patungnya. Saya pikir gaya seni Ibu Dolo yang baru, dua dimensi tapi tiga dimensi, dari depan sama dari belakang sama. Dengan pilihan ibu Dolo ini menurut saya itu pilihan yang paling jenius. Inilah yang menjadi (desain) final,” katanya.

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PAKAR gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam acara sosialisasi pedoman standar alat pelindung diri (APD) dan jenis-jenis tes COVID-19 di Indonesia yang dipantau melalui siaran streaming akun YouTube resmi BNPB, Rabu (15/4).

FEATURE & OPINI

#LawanCorona Pakar BNPB: Masker Kain Sebaiknya Dipakai Maksimal Empat Jam

FEATURE & OPINI

Wisatawan Dadakan Padati Proyek Jalan Lingkar

FEATURE & OPINI

Sampah yang tidak dirindukan

FEATURE & OPINI

Kabupaten Sumedang dari masa ke masa

FEATURE & OPINI

Bolehkah Guru “Kaya”

FEATURE & OPINI

Inilah Peluang Anda Menjadi Anggota Legislatif (Bacaan untuk Bacaleg)

FEATURE & OPINI

GERENTES JATIGEDE

FEATURE & OPINI

Gali Lobang Tutup Lobang