Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Senin, 1 Juni 2020 - 23:51 WIB

Jelang AKB, Bupati Sumedang: Secara Umum Sudah Siap

Tim I yang dipimpin Bupati Sumedang H. Dony Ahmad melaksanakan sosialisasi di tiga titik wilayah Sumedang kota yakni Masjid Agung Sumedang, Pasar Sandang dan Pasar Inpres.

TIM I YANG DIPIMPIN BUPATI SUMEDANG H. DONY AHMAD MELAKSANAKAN SOSIALISASI DI TIGA TITIK WILAYAH SUMEDANG KOTA YAKNI MASJID AGUNG SUMEDANG, PASAR SANDANG DAN PASAR INPRES. TIM I YANG DIPIMPIN BUPATI SUMEDANG H. DONY AHMAD MELAKSANAKAN SOSIALISASI DI TIGA TITIK WILAYAH SUMEDANG KOTA YAKNI MASJID AGUNG SUMEDANG, PASAR SANDANG DAN PASAR INPRES.: Tim I yang dipimpin Bupati Sumedang H. Dony Ahmad melaksanakan sosialisasi di tiga titik wilayah Sumedang kota yakni Masjid Agung Sumedang, Pasar Sandang dan Pasar Inpres.


SUMEDANG — Sehari jelang pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), 2 Juni 2020. Pemerintah Kabupaten Sumedang melakukan simulasi pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di sejumlah lokasi. Senin, 1 Juni 2020.

Pelaksanaan simulasi dibagi ke dalam enam tim yang beranggotakan jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan dipimpin langsung oleh Forkopimda Kabupaten Sumedang.

Tim I yang dipimpin Bupati Sumedang H. Dony Ahmad melaksanakan sosialisasi di tiga titik wilayah Sumedang kota yakni Masjid Agung Sumedang, Pasar Sandang dan Pasar Inpres.

Dalam kesempatan tersebut, disimulasikan seluruh protokol kesehatan yang akan dijalankan saat AKB, mulai dari penggunaan masker, pemeriksaan suhu, cuci tangan dengan sabun, bilik penyemprotan disinfektan dan posisi menjaga jarak/psycal distancing.

Bupati menuturkan, pelaksanaan simulasi dilakukan sesuai dengan jenis aktivitas, baik itu aktivitas ibadah, ekonomi dan sosial budaya agar pelaksanaan AKB nanti bisa berjalan dengan lancar.

Saat dilakukan pengecekan ke Mesjid Agung secara umum protokol kesehatan dan sarana prasarananya, termasuk kesiapan Satgas Covid-19 sudah siap dilaksanakan.

Alhamdulilah, untuk Mesjid Agung Sumedang, protokol kesehatan, sarana prasarana mulai dari cek suhu, cuci tangan, bilik disinfektan, dan sabun di tempat wudhu sudah tersedia. Tanda posisi (jarak) untuk salat berjamaah serta Satgas Covid DKM (sudah ada). Sebagian besar sudah siap tinggal sedikit disempurnakan,” ungkapnya.

Baca Juga  Sumedang kekurangan tempat tidur pasien rawat inap

Dikatakannya, selama berjalannya AKB, peraturan protokol kesehatan di tempat ibadah akan lebih diperketat.

“Jika selama AKB ada jemaah yang akan beribadah suhunya lebih dari 38 derajat saat dicek, akan langsung diarahkan oleh Satgas covid DKM untuk diperiksa di fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas dan Rumah Sakit Umum,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, jika di fasilitas ibadah, sosial, budaya, ekonomi maupun fasilitas umum lainnya diketahui ada yang terpapar positif Covid-19, maka selama 14 hari akan langsung ditutup kegiatannya untuk segera dilakukan evakuasi, pembersihan disinfektan dan sebagainya.

“Kita bersyukur bisa melaksanakan seperti sekarang ini. Sebagai wujud syukur ini tentunya harus dibarengi dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Kalau ada yang terpapar walau satu orang saja, tempat tersebut akan langsung ditutup selama 14 hari,” tegasnya.

Sementara itu, saat simulasi di Pasar Sandang dan Pasar Inpres didapati bahwa secara umum pemeriksaan alur keluar masuk pasar sudah dilaksanakan dengan baik, bahkan sebagian besar 99% persen warga sudah memakai masker.

Baca Juga  Berminat menjadi Komisioner KPU Kabupaten/Kota? Silakan Daftar ke KPU Jabar

Adapun untuk kekurangannya Bupati meminta kepada Satgas Covid-19 setempat dibantu TNI, Polri dan  Satpol PP agar secara mobile mendisiplinkan warga, terutama dalam menjaga jarak dan menganjurkan agar setiap toko atau jongko wajib menyediakan handsanitizer bagi  pengunjung.

“Saya lihat secara umum sudah bagus. Tinggal konsistensinya dan terus diawasi karena orang ada lupanya. Berarti harus ada pengawas. Insyaallah nanti man to man marking untuk pasar ini oleh Diskoperidagkop. Kemudian zona marking oleh camat dan lurah. Sedangkan untuk mendisiplinkan, ada aparat TNI, Polri dan Satgas Covid-19 pasar,” ungkapnya.

Terakhir bupati juga mewanti-wanti agar selama pemberlakuan AKB warga menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, disiplin, tegas dan tidak main-main agar aktifitas bisa terus berjalan.

Menurutnya, jika masyarakat tidak taat menjalankan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan, PSBB akan dijalankan kembali.

“Ini pertaruhan kita. Kalau disiplin ketat, kita akan jalan terus. Tapi kalau ada yang terpapar satu orang saja, kita akan kembali PSBB,” pungkasnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

May Day, Wartawan Pokja Polres Sumedang Gelar Color Run

Pilihan Redaksi

Sumedang Gelar Musrenbang RPJMD 2018-2023

Pilihan Redaksi

500 Bata Lahan Belum Dibebaskan Sudah Tergenang Bendungan Jatigede
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Forkopimda Jabar meninjau pelaksanaan Misa Natal di Gereja Katedral Santo Petrus, Kota Bandung, Kamis (24/12/2020).

Nasional

Ridwan Kamil Tinjau Pelaksanaan Misa Natal

Pilihan Redaksi

Duh, ada 60 KK di Desa Cijenjing belum dibayar ganti rugi dampak bendungan Jatigede
Lurah Regol Wetan, Madhi

Pilihan Redaksi

#LawanCorona Di Sumedang Orang yang Enam Tahun Meninggal Masih Terima Bantuan

BISNIS

Peluang Ternak Lele Masih Tinggi, Kebutuhan Warga Sumedang Tiga Kuintal Perhari

Pilihan Redaksi

Salut, Sekda dan Ketua Komisi D Bantu Evakuasi Mobil Camat Wado