KPU Sumedang Gelar Sosialisasi Surat Edarana Nomor 19 Tekait Sistem Kerja Tatanan Normal Baru

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang melakukan sosialisasi berkaitan dengan Surat Edaran Nomor 19 KPU RI tentang Sistem Kerja Tatanan Normal Baru. Kegiatan tersebut dilasanakan di Kantor KPU Sumedang. Jumat, 12 Juni 2020.
iwan rahmat/sumedangonline/SUMEDANGONLINE
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang melakukan sosialisasi berkaitan dengan Surat Edaran Nomor 19 KPU RI tentang Sistem Kerja Tatanan Normal Baru. Kegiatan tersebut dilasanakan di Kantor KPU Sumedang. Jumat, 12 Juni 2020.

SUMEDANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang melakukan sosialisasi berkaitan dengan Surat Edaran Nomor 19 KPU RI tentang Sistem Kerja Tatanan Normal Baru. Kegiatan tersebut dilasanakan di Kantor KPU Sumedang. Jumat, 12 Juni 2020.

“Artinya pada kesempatan kali ini kami ingin menyampaikan terkait dengan sistem kerja pada saat Tatanan Normal Baru dengan memperhatikan protokol kesehatan. Di dalamnya kami memfasilitasi tempat cuci tangan, kemudian imbauan-imbauan,” ujar Ketua KPU Kabupaten Sumedang Ogi Ahmad Fauzi pada SUMEDANGONLINE di ruang kerjanya. Jumat, 12 Juni 2020.

Baca Juga  Pilgub Jabar Lebih Kompleks Dibanding Pilpres Korsel

Untuk keperluan tersebut, dikatakan Ogi pihaknya telah membuat Tim Kesehatan dan Penanganan Covid-19. Tim inilah sebut Ogi, yang nantinya bertugas melakukan pengecekan kesehatan para pegawai. Apakah para pegawai itu sakit. Bila sakit, sakitnya karena apa. Hal itu dilakukan sebut Ogi, agar dapat menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan KPU Kabupaten Sumedang.

Baca Juga  Dua Tahun Jual Sabu, Oknum Tenaga Honorer Ditangkap BNN Sumedang

“Kemudian dengan protokol kesehatan. Sebelum berangkat ke kantor mereka harus sudah menggunakan masker,” jelasnya.

Selain itu sebut dia, aturan sistem kerja di KPU Sumedang juga dilakukan sesuai dengan Peraturan Bupati Sumedang dimana sebanyak 25 persen work from home (WFH). Selain itu dalam rapat dengan penguru KPU Kabupaten Sumedang mereka juga akan membahas teknis berpergian ke luar kota atau ke luar negeri termasuk bagaimana jika ada yang sakit.

Baca Juga  Ending: PKS-PBB Bukan Pasangan Kawin Paksa

“Dan kami menyiapkan satu ruangan khusus apabila ada pegawai ada gejala, sementara bagi orang luar yang datang ke kami belum kita atur,” tandasnya. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK