Satu Set Alat Gamelan Parakan Salak Sari Oneng Diambil Ahli Waris dari Museum Geusan Ulun Sumedang

Satu set alat musik jenis Gamelan Parakan Salak Sari Oneng diambil oleh Made yang merupakan ahli waris dari Dalem R.A.A. Surya Danu Ningrat (Bupati Sukabumi pada Jaman Belanda) dari Gedung Gamelan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang. Ahad, 7 November 2021.
Satu set alat musik jenis Gamelan Parakan Salak Sari Oneng diambil oleh Made yang merupakan ahli waris dari Dalem R.A.A. Surya Danu Ningrat (Bupati Sukabumi pada Jaman Belanda) dari Gedung Gamelan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang. Ahad, 7 November 2021.

SUMEDANGONLINE, Sumedang: Satu set alat musik jenis Gamelan Parakan Salak Sari Oneng diambil oleh Made yang merupakan ahli waris dari  Dalem R.A.A. Surya Danu Ningrat (Bupati Sukabumi pada Jaman Belanda) dari Gedung Gamelan Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang. Ahad, 7 November 2021.

Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana dalam keterangan tertulisnya pada SUMEDANG ONLINE menyebutkan saat pengambilan Made didampingi Ketua Yayasan Pangeran Sumedang (YPS), Muhammad Alex dan Rahmat selaku Anggota YPS.

“Pengambilan satu set gamelan Parakan Salak Sari Oneng itu diambil pada hari Minggu, 7 November 2021 sekira pukul 07.30 WIB di Gedung Gamelan Musium Prabu Geusan Ulun Sumedang Jalan Prabu Geusan Ulun Nomor 36 Keluran Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang,” ujar AKP Dedi Juhana dalam keterangannya.

Pada saat peristiwa pengambilan sempat diimbau Ketua Paguyuban Seni dan Budaya, Frety agar pihak ahliwaris membuat surat secara resmi kepada pihak Museum dengan maksud tertib administrasi, sayangnya imbauan tersebut tidak dihiraukan.

Baca Juga  Nurdin Heran Laporan Banggar Tak Rinci

Pengambilan satu set Gamelan tersebut selain oleh ahliwaris dan Ketua YPS dibantu juga didampingi Masyarakat Adat Guriang Tujuh dengan menggunakan tiga unit kendaraan roda enam jenis truk engkel.

Dikatakan Dedi, asal-usul Gamelan Parakan Salak Sari Oneng, menurut keterangan Raden Lucky Djohari Soemawilaga, pewaris Kraton Sumedang Larang bahwa gamelan tersebut adalah milik Keluarga Hoel Belanda yang merupakan Residen Kewilayahan Sukabumi. Setelah Belanda pergi dari Indonesia karena Jepang yang menjajah Indonesia, kemudian Gamelan tersebut diserahkan ke Dalem R.A.A. Surya Danu Ningrat (Bupati Sukabumi pada Jaman Belanda), pada tahun 1975 oleh Ahliwaris Dalem R.A.A. Surya Danu Ningrat Gamelan tersebut dititipkan di Musiun Prabu Geusan Ulun Sumedang.

Bahkan hingga saat ini pihak YNWPS (Yayasan Nazir Wakaf Pangeran Sumedang) tidak mengetahui dibawanya kemana Gamelan Parakan Salak Sari Oneng tersebut.

Baca Juga  Polisi Ajak Pengusaha Wisata dan Hotel di Sumedang Taati Prokes Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Disebutkan Dedi, permasalahan pengambilan satu set alat musik jenis Gamelan Parakan Salak Sari Oneng disinyalir merupakan permasalahan internal keluarga antara YNWPS dengan YPS yang melibatkan ahliwaris dari DALEM R.A.A. SURYA DANU NINGRAT, namun tidak adanya surat secara resmi pengambilan Gamelan tersebut kepada pihak YNWPS selaku pengelola Wakaf Pangeran Sumedang. Padahal sebut dia, Gamelan Parakan Salak Sari Oneng merupakan Cagar Budaya / Warisan Budaya dan sebagai icon Musium Prabu Geusan Ulun Sumedang, sehingga keberadaannya dilindungi oleh Undang – Undang.

Dikonfirmasi secara terpisah Humas YNWPS, Asep Sulaiman Fadil membenarkan tentang adanya pengambilan satu set alat musik jenis Gamelan Parakan Salak Sari Oneng. Pihak YNWPS pun tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena secara de juro maupun de facto memang surat-surat hibahnya ditujukan untuk YPS. Apalagi sebut Asep, gamelan tersebut bukan termasuk wincikan wakaf yang sudah terdaftar di YNWPS.

Baca Juga  Berkedok Warkop, Warung di Wado Ini Malah Jual Miras dan Ada PL

“Pada dasarnya itu bukan dari wincikan wakaf, itu hibah. Pada dasarnya saya, kang Lucky, semua kasepuhan juga memang itu sudah akan diambil oleh pihak keluarga. Namun saat itu Pemerintah Sumedang meminta untuk ditahan dulu, karena ini sudah menjadi icon Sumedang,” jelasnya.

Hanya saja sebut Asep, mereka tidak sepaham dengan cara pengambilan gamelan tersebut yang tidak elegan. “Kalau kedudukan benda tersebut itu betul, seperti yang saya utarakan tadi, tapi proses pengambilannya itu sangat tidak ketimuran,” imbuhnya. ***

REPORTER
: Redaksi
EDITOR
: Redaksi
CREDIT FOTO
: HO. Humas Polres Sumedang
TERBIT
:

Tinggalkan Balasan