Menu

Mode Gelap

ARSIP · 22 Apr 2010 16:11 WIB ·

Peletakan Batu Pertama RIPP

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

IWAN RAHMAT/SO TABRAKAN: Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

Peletakan batu pertama.

Tepat di Hari Jadi Sumedang yang ke 432 tahun, Bupati beserta Wakil Bupati Sumedang melakukan peletakan Batu Pertama Pembangunan Rencana Induk Pusat Pemerintahan atau RIPP berlokasi di Karapyak Jalan Prabu Gajah Agung Sumedang.

Peletakan batu pertama yang dilakukan untuk bangunan kantor sekretariat daerah (Setda) senilai Rp 42 miliar yang bersumber dari APBN, Menurut Humas Pemkab Sumedang Tono Martono. “Rencana Pembangunan RIPP ini akan menghabiskan lahan 32 Ha dengan membangun lebih dari 30 Bangunan berdesign Pasundan untuk berbagai Kantor mulai dari Kantor Bupati, Wakil Bupati, Setda, DPRD dan Badan atau Dinas dan Instansi”. Sebelum peletakan batu pertama, terlebih dahulu dilakukanritual pindah kantor milik pemerintah yang dilakukan, Selasa (21/4) malam. “Sebelum dilakukan peletakan batu pertama ini ada ritual dulu yang memohon kepada sang maha pencipta untuk diberi keselamatan dalam pembangunan RIPP itu,” kata Dicky Rubiana Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora). Menurut Dicky, ritual dilakukan pada malam hari dengan mementaskan seni tarawangsan dari Rancakalong. “Jadi pada cara peletakan batu pertama yang dilakukan Kamis (22/4) siang itu hanya dilakukan simbolis,” Ritual digelar sebelum pembangunan kantor Setda itu sebagai bagian dari prosesi adat. “Sumedang sudah menjadi puseur budaya Sunda, jadi ada prosesi adat dulu sebelum pembangunan RIPP dilakukan,” katanya.

Baca Juga  3 Rumah Terbakar Kemarin di Sumedang

Untuk membangun RIPP selain disuntik dana 42 milyar untuk pembangunan pisik, pembebasan lahan yang diperlukan 32 Ha tersebut, rencananya akan dibebaskan 3,5 H yang bersumber dari APBD Jawa Barat sebesar 10 Milyar dan APBD Kabupaten 1 Milyar. Sampai saat ini baru 5 Ha yang dibebaskan. Dari APBD Pusat tahun ini Sumedang mendapat bantuan dari Dirjen Pembangunan Daerah Kementrian Dalam Negeri untuk pembangunan fisik RIPP. “Saat ini yang dibangun baru kantor Setda dan juga 12 kantor dinas di lahan yang telah dibebaskan,” kata Endi Ruslan, Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah (P2T). Ir. Eka Setiawan selaku Kepala Dinas PU yang memberikan sambutan saat peletakan batu pertama Kamis siang 22/4 di lokasi menyebutkan baru 1/7 saja lahan yang dibebaskan, sedangkan biaya yang dimiliki baru sekitar 1/10 saja. Namun pihaknya optimis 2013 RIPP sudah harus selesai.

Baca Juga  Euis : Tidak Tahu Suaminya Melintar

Dalam kata sambutnya Bupati Sumedang Don Murdono menyatakan Pemkab Sumedang menjadi satu-satunya pemerintahan di daerah yang kantor pemerintahan masih menumpang. Saat ini kantor pemkab masih menumpang di lahan milik Yayasan Pangeran Sumedang. Pihaknya berharap semua pihak dapat mendukung dibangunnya RIPP ini agar Sumedang secepatnya memiliki kantor pemerintahan sendiri yang semua pelayanan kepada masyarakat terpusat di satu tempat bernama Induk Pusat Pemerintahan Kabupaten Sumedang.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Warga OTD Kembali Berujuk Rasa

26 September 2012 - 12:30 WIB

EVA PURNAMA DEWI WAKILI JABAR KE NASIONAL

1 Oktober 2011 - 08:11 WIB

Proyek Waduk Jatigede Diminta Diwaspadai

29 September 2011 - 16:12 WIB

Eba, Dibangun TPT

26 September 2011 - 20:27 WIB

BPN Sumedang Rayakan HUT Agraria ke 51

23 September 2011 - 18:49 WIB

Bahaya! Kasus Bansos Pemkot Banyak Dipendam Media

22 September 2011 - 15:38 WIB

Trending di ARSIP