Home / Nasional / Pilihan Redaksi

Jumat, 25 November 2016 - 16:21 WIB

Keren, Jabar serahkan tiga inovasinya untuk 17 provinsi di Indonesia



SUMEDANGONLINE, BANDUNG: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan tiga inovasinya yang telah ditetapkan KPK menjadi pilot project dalam hal pelayanan publik dan pencegahan korupsi kepada 17 Provinsi untuk direplikasi di daerahnya masing-masing.

Ketiga inovasi Jabar tersebut yaitu aplikasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), aplikasi SKP Online berbasis Tunjangan Perbaikan Penghasilan pegawai dan aplikasi e-Samsat. Aplikasi ini akan langsung diterapkan di Provinsi Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Penandatanganan nota kesepahaman bersama pemanfaatan aplikasi ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan 17 Gubernur dan disaksikan langsung oleh Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Jumat (25/11/2016).

Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) bangga dan merasa terhormat, aplikasi miliknya diimplementasikan oleh Provinsi lain demi untuk kebaikan masyarakat terlebih lagi bisa mencegah terjadinya tindakan korupsi maupun pungutan liar.

Baca Juga  Alhamdulillah Seorang PDP di Sumedang Dinyatakan Negatif Corona

“Ini menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan inovasi lagi,” kata Aher kepada media.

Walaupun tiga aplikasi ini juga telah dimiliki oleh Provinsi lain namun KPK menilai aplikasi milik Jabar lebih baik dan layak diterapkan di daerah lain.

“Kita bersyukur apa yang kita lakukan dipandang lebih baik oleh KPK sehingga bisa direplikasi oleh Provinsi lain,” ujar Aher.

Dari sisi pelayanan perizinan, inovasi PTSP Jabar yang sudah berjalan sejak tahun 2012 merupakan pelayanan yang tercepat dan termudah dalam prosesnya. Kemudian dari sistem manajemen kepegawaian aplikasi SKP Online Jabar merupakan sistem yang secara online bisa memantau kinerja seluruh pegawainya. Hasil kinerja inilah yang kemudian berbuah TPP bagi pegawai. Program TPP ini telah ada sejak tahun 2009 dan besarannya tergantung dari kinerja yang dihasilkan. Dengan adanya sistem SKP Online, Pemprov Jabar telah menghapus biaya honor karena dengan adanya TPP kesejahteraan pegawai pun menjadi meningkat.

Baca Juga  Kondisi terakhir bayi yang dibuang, sudah ada 6 orang yang mau mengadopsi lantas …

Sedangkan aplikasi e-Samsat Jabar yang telah diluncurkan sejak 2014 lalu dinilai bisa menghilangkan praktek percaloan dan pungutan liar. Masyarakat Jabar yang akan membayar pajak kendaraan bermotor tidak perlu datang ke kantor Samsat, mereka bisa membayarnya melalui seluruh ATM milik Bank BJB, BRI, BNI, BCA dan CIMB Niaga. Sebelumnya Jabar juga telah memiliki program Samsat Gendong, yaitu layanan jemput bola petugas pajak kepada wajib pajak yang berada di pelosok yang jauh dari pusat kota dan kemudian bisa dibayar ditempat tersebut secara online. Dengan adanya aplikasi samsat inipun Pendapatan Asli Daerah Jabar meningkat cukup drastis.

Aher berharap, tiga inovasi ini bisa diterapkan tidak hanya di 17 Provinsi saja tapi di seluruh Provinsi di Indonesia.

“Semoga ini bisa diterapkan di seluruh Provinsi, kita siap mentransfer pengalaman yang kita miliki,” tuturnya.***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Kelurahan Talun Jemput Bola Mutakhirkan Data PBB

Pilihan Redaksi

11 Desa di Cimanggung Sumedang Ikut Lomba Senam Stunting

Pilihan Redaksi

BNPB catat selama 2017 ini ada 438 kejadian longor, masyarakat diminta waspada

Pilihan Redaksi

Ada Lomba Menembak, HUT ke-20 Jatinangor
Sekretaris Desa Cimuja, Lukman Hakim

Pilihan Redaksi

Banprov Ujug-Ujug Datang, Warga Sempat Minta Ditolak

Pilihan Redaksi

Wartawan Online Bentuk IWO Sumedang
Sudah hampir seminggu. Nurdin pria asal Kabupaten Garut yang mencoba peruntungan di Kabupaten Sumedang dengan menjual bendera jelang Hari Kemerdekaan Ri, mengaku sepi akan pembeli.

Pilihan Redaksi

Pandemi Covid-19 Pengaruhi Omset Penjualan Bendera

Pilihan Redaksi

Bayi Perempuan, Ditemukan di Toilet Umum