Home / FEATURE & OPINI

Kamis, 16 April 2020 - 20:09 WIB

Terharu, Anak Kecil Berikan Tabungan untuk Membantu Membeli APD

ANAK kecil bernama Moch. Hafidh yang duduk di kelas 3 SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot meminta ibunya Rikoh Rotikoh untuk mengantar ke Polsek Dayeuhkolot Polresta Bandung. Mereka menemui Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Sudrajat dengan membawa kaleng Biskuit yang berisikan pecahan uang koin untuk disalurkan membantu membeli APD (Alat Pelindung Diri). Kamis (16/04/2020).

ANAK KECIL BERNAMA MOCH. HAFIDH YANG DUDUK DI KELAS 3 SDN PASIGARAN 3 DAYEUHKOLOT MEMINTA IBUNYA RIKOH ROTIKOH UNTUK MENGANTAR KE POLSEK DAYEUHKOLOT POLRESTA BANDUNG. MEREKA MENEMUI KAPOLSEK DAYEUHKOLOT, KOMPOL SUDRAJAT DENGAN MEMBAWA KALENG BISKUIT YANG BERISIKAN PECAHAN UANG KOIN UNTUK DISALURKAN MEMBANTU MEMBELI APD (ALAT PELINDUNG DIRI). KAMIS (16/04/2020). ANAK KECIL BERNAMA MOCH. HAFIDH YANG DUDUK DI KELAS 3 SDN PASIGARAN 3 DAYEUHKOLOT MEMINTA IBUNYA RIKOH ROTIKOH UNTUK MENGANTAR KE POLSEK DAYEUHKOLOT POLRESTA BANDUNG. MEREKA MENEMUI KAPOLSEK DAYEUHKOLOT, KOMPOL SUDRAJAT DENGAN MEMBAWA KALENG BISKUIT YANG BERISIKAN PECAHAN UANG KOIN UNTUK DISALURKAN MEMBANTU MEMBELI APD (ALAT PELINDUNG DIRI). KAMIS (16/04/2020).: ANAK kecil bernama Moch. Hafidh yang duduk di kelas 3 SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot meminta ibunya Rikoh Rotikoh untuk mengantar ke Polsek Dayeuhkolot Polresta Bandung. Mereka menemui Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Sudrajat dengan membawa kaleng Biskuit yang berisikan pecahan uang koin untuk disalurkan membantu membeli APD (Alat Pelindung Diri). Kamis (16/04/2020).


ANAK kecil bernama Moch. Hafidh yang duduk di kelas 3 SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot meminta ibunya Rikoh Rotikoh untuk mengantar ke Polsek Dayeuhkolot Polresta Bandung. Mereka menemui Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Sudrajat dengan membawa kaleng Biskuit yang berisikan pecahan uang koin untuk disalurkan membantu membeli APD (Alat Pelindung Diri). Kamis (16/04/2020).

Berawal ketika pelajar usai 9 tahun itu diliburkan sekolah, karena Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang terus mewabah di Indonesia. Dia melihat pemberitaan di Televisi bahwa langka dan mahalnya masker beserta APD (Alat Pelindung Diri) untuk pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dibutuhkan para tenaga medis saat ini.

Anak dari Bapak Ruhiyatna yang berprofesi sebagai tukang servis Televisi dan Ibu Rikoh Rotikoh yang berprofesi sebagai pedagang baso ayam tersebut membawa tabungannya berupa pecahan koin kepada ibunya yang dikumpulkan selama 9 bulan dengan menyisihkan sisa uang jajannya setiap hari untuk disumbangkan membantu membeli APD .

Baca Juga  Netty : Anak Yatim Piatu Juga Bisa Sukses

“Banyaknya pemberitaan mengenai Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang terus mewabah dan sulitnya mendapatkan APD di televisi. Anak saya sempat menanyakan kepada saya apa dan untuk apa APD tersebut dan saya menjelaskan bahwa APD adalah Alat Pelindung Diri yang sangat dibutuhkan oleh tenaga medis dalam menangani pasien Virus Corona. Kemudian dia mengungkapkan ingin membantu membeli APD dengan menyumbangkan tabungannya,” kata Ibu Rikoh Rotikoh.

Disebutkan Rikoh, uang tabungan yang dikumpulkan anaknya itu selama 9 bulan yang awalnya tabungan tersebut dikumpulkan untuk membantu biaya pernikahan kakaknya.

Dikatakan Rikoh, setiap hari dia memberi anaknya uang jajan tidak besar hanya Rp2 ribu perhari. Dia pun berharap wabah yang menimpa Indonesia ini segera berakhir supaya bisa bersekolah dan bermain kembali dengan teman-temannya.

Baca Juga  Kopi Sumedang, Akankah jadi Primadona

Kapolresta Bandung Hendra Kurniawan.S.I.K melalui Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Sudrajat membenarkan kedatangan anak dan ibu tersebut. Menurut Kapolsek mereka datang pagi-pagi dengan membawa kaleng yang berisikan uang pecahan koin mulai dari pecahan Rp100, Rp500, dan Rp1.000.

“Kemudian ingin memberikan uang tersebut untuk membantu membeli APD untuk para tenaga medis lalu kami bersama Ibu Rikoh Rotikoh dan Moch.Hafidh menghitung uang tersebut dengan total Rp 453.300,” jelas dia.

Pihaknya mengaku terharu dengan sikap seorang anak kecil yang berhati besar yang ingin membantu penangan virus Corona (Covid-19) mana tidak semua orang mampu berbuat seperti demikian. *JULI*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

FEATURE & OPINI

Harapan Antara Sepakbola dan Penguasa

FEATURE & OPINI

Tukang Surabi, Ber-omzet Rp 200 ribu

FEATURE & OPINI

Wajah Baru Alun-alun Sumedang (Bagian 2)

FEATURE & OPINI

Mau Belajar Jualan Online, Hati-hati dengan Hal Ini
WHO mengimbau pemuda di sekitar untuk memimpin, mengambil tindakan, dan melawan pandemi #Covid-19 demi masa depan yang lebih baik.

FEATURE & OPINI

Risiko Mahasiswa Terpapar Virus Tentang Rencana Pembukaan Kuliah Januari 2021
SUDAH sepuluh tahun lamanya pasangan suami istri, Agus dan Tati warga Lingkungan Warung Situ RT 02 RW 01 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Sumedang Selatan mencari bibit Mahoni Daun Lebar (Swietenia macrophylla King).

FEATURE & OPINI

Kisah Pasutri Hidup dari Mencari Bibit Mahoni Daun Lebar

FEATURE & OPINI

Taat Aturan Kampanye, Bersih Pelanggaran Dan Ramah Lingkungan

FEATURE & OPINI

Alun-alun Sumedang di Masa Silam (Bagian 1)