Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Selasa, 5 Januari 2021 - 23:20 WIB

Bupati Sumedang Bidik Tahun 2021, target 80 Ribu Sertipikat PTSL Tersebar di 40 Desa

Bupati Sumedang saat memberi sambutan pada penyerahan 584.407 sertipikat Tanah secara virtual pada Program

SUMEDANGONLINE/HO.DISKOMINFO SERAHKAN SERTIPIKAT: Bupati Sumedang saat memberi sambutan pada penyerahan 584.407 sertipikat Tanah secara virtual pada Program "Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat se-Indonesia" dari Istana Negara, Jakarta. Selasa, 5 Januari 2021.


SUMEDANG Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir membidik pada Tahun 2021 ini target 80 ribu Sertipikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di 40 desa yang tersebar di Kabupaten Sumedang dapat tercapai.

“Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang tadi menyampaikan targetnya 25 ribu sertipikat PTSL telah tercapai,” ungkap Bupati Sumedang saat mengikuti penyerahan 584.407 sertipikat Tanah secara virtual pada Program “Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat se-Indonesia” dari Istana Negara, Jakarta. Selasa, 5 Januari 2021.

Dirinya pun memberikan apresiasi terhadap kinerja Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumedang yang telah dapat mencapai target.

”Dengan adanya pemberian sertipikat ini, pertama adalah memberikan kejelasan kepastian hukum bagi para pemilik tanah. Kedua akan mengurangi konflik-konflik dan sengketa tanah. Ketiga, secara ekonomis kalau pemilik tanah akan memerlukannya untuk hal-hal yang produktif. Pemda tentu sangat mengapresiasi terhadap upaya keras dari BPN ini, karena selain membereskan target itu, juga ada target lain untuk membereskan Tol,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu pun Bupati Sumedang menyebutkan ada sejumlah tanah negara yang hak izin pakainya telah keluar yakni Mekarahayu dan Cisema.

Baca Juga  Pasien PDP yang Meninggal Orang Jatinunggal Dinyatakan Negatif Covid-19

Dari Istana Negara, Jakarta, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa pada acara kali ini, 5 Januari 2021 pemerintah menyerahkan 584.407 sertipikat tanah di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota se-Indonesia.

“Sertipikat itu betul-betul sudah dipegang semuanya (oleh penerima sertipikat). Penyerahan sertipikat tanah ini adalah komitmen pemerintah untuk mempercepat penyertipikatan tanah di seluruh Indonesia,” ucap Presiden.

Presiden menambahkan, Kementerian ATR/BPN menargetkan penyerahan 11 juta sertipikat tanah di 2020. Namun, akibat pandemi global Covid-19 yang juga berdampak bagi Indonesia, realisasi sebanyak 6,8 juta sertipikat.

“Biasanya dulu setahun hanya 500 ribu (sertipikat), ini 12 kali lipat. Saya yakin kalau keadaan normal, bisa kita lakukan (pemenuhan target 11 juta sertipikat),” kata Presiden.

Targetnya, pada 2025 sertipikat sudah dipegang semuanya oleh masyarakat. Presiden menegaskan, sertipikat akan menjadi bukti atau kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

“Karena sengketa tanah itu selalu masuk ke telinga saya dan memang masih banyak sekali (terjadi). Artinya, bapak/ibu semua sekarang sudah memiliki bukti hak atas kepemilikan tanah, lahan, yang kita punya. Pesan saya, simpan baik-baik sertipikat tanah ini, fotokopi,” tutur Presiden.

Baca Juga  Bupati Sumedang tinjau pembangunan tempat ibadah di relokasi OTD Jatigede

Selain itu, Presiden menjelaskan, sertipikat tanah bisa menjadi kolateral ke perbankan atau lembaga keuangan. Namun, sebelum meminjam ke bank, Presiden berpesan agar masyarakat mengalkulasi dengan hati-hati.

“Bisa kembalikan atau mengangsur tidak, kalau tidak, sertipikat akan hilang,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil dalam laporannya menjelaskan, pembagian sertipikat merupakan bagian dari stimulus dalam rangka peningkatan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

“Dengan sertipikat, masyarakat berkesempatan mendapatkan akses permodalan selain kepastian hukum tentang tanah mereka,” ucap Sofyan Djalil.

Adapun Kementerian ATR/BPN telah mengeluarkan produk Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 5,4 juta di 2017, 9,3 juta di 2018, dan 11,2 juta di 2019.

“Tahun 2021, BPN akan meluncurkan e-sertipikat atau sertipikat elektronik. Saat ini, berbagai infrastruktur sedang kami siapkan untuk mendukung pelaksanaan pelayanan secara digital seperti validasi buku tanah, warkah, dan menyusun berbagai peraturan terkait e-sertipikat,” ujarnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Anggota Sat Narkoba Polres Sumedang menemukan ratusan liter miras jenis Ciu dalam 79 kemasan botol plastik saat pelaksanaan razia miras, Jumat 26 Februari 2021.

SUMEDANG

118,5 Liter Ciu Disita Sat Narkoba Polres Sumedang

Pilihan Redaksi

Gerindra Sumedang Sumbang Disinfektan dan Handsanitizer

Pilihan Redaksi

Lagi DPRD Sumedang, Wacanakan Kaji Ulang Perda Miras

Pilihan Redaksi

SMK Multiguna Malam Ini Terbakar

Pilihan Redaksi

BNPB catat selama 2017 ini ada 438 kejadian longor, masyarakat diminta waspada

DAERAH

Sumpah Pemuda, Jatinunggal gelar jalan sehat
Ilustrasi menatap laptop terlalu lama

FEATURE & OPINI

Bahaya Juga Keseringan Tatap Layar Laptop dan Ponsel Terlalu Lama, Begini Anjuran Mencegahnya

SUMEDANG

Angkot Tertimpa Longsoran Tebing