Ganjil Genap, Satgas Covid-19 Sumedang: Netizen Diminta Arif dan Bijaksana

Kendaraan yang nomor polisinya tidak sama dengan program Ganjil Genap di putar balik oleh pihak kepolisian. Penutupan jalan dan pemberlakuan ganjil genap dimulai dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021, pukul 06:00 hingga 20:00 WIB, dan setelah jam tersebut ruas jalan ditutup hinggal pukul 06:00 WIB.
HO. Polres Sumedang untuk Sumedangonline/SUMEDANGONLINE
Kendaraan yang nomor polisinya tidak sama dengan program Ganjil Genap di putar balik oleh pihak kepolisian. Penutupan jalan dan pemberlakuan ganjil genap dimulai dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021, pukul 06:00 hingga 20:00 WIB, dan setelah jam tersebut ruas jalan ditutup hinggal pukul 06:00 WIB.

SUMEDANG – Kepala Bidang Komunikasi Publik Satgas COVID-19 Kabupaten Sumedang, Dr. Iwa Kuswaeri menegaskan agar netizen agar bijak dan arif dalam menyikapi pemberlakuan kebijakan Ganjil Genap yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Karena sebut dia, pemerintah juga adalah bagian dari rakyat sehingga keputusan yang diambil adalah sesungguhnya untuk melindungi segenap rakyat.

Baca Juga  Peringati HPN, Wabup Sumedang Sebut Peran Media Sangat Penting

“Kebijakan ini diambil dalam rangka meminimalisir mobilisasi orang sehingga ada keengganan masyarakat untuk bepergian jika tidak terlalu perlu. Alasannya kenapa, karena Sumedang saat ini termasuk Zona Merah COVID19. Jika dalam 1 minggu,  kemudian berubah lebih baik. Maka keputusan ini segera di koreksi dan disesuaikan,” ujar Iwa dalam keterangannya. Selasa, 27 Juli 2021.

Baca Juga  Hasil Swab Para Jurnalis Tak Kunjung Keluar, Bantuan Isolasi Juga Tak Datang

Bahkan sebut dia, Sumedang Utara dan Sumedang Selatan termasuk Kecamatan dengan tingkat risiko tertinggi. “Selain itu para ahli menyebut akan ada infeksius pada akhir Juli hingga awal Agustus jika tidak dilakukan tindakan pendisiplinan sesegera mungkin,” imbuhnya.

Baca Juga  Disela Pengecekan Pos Penyekatan PPKM Darurat, Kapolres Sumedang Bagikan Sembako

Karena itu pihaknya mengimbau masyarakat mematuhi aturan ini.  “Demi keuntungan kesehatan bersama.  Karena kebijakan yang dibuat, sudah diperhitungkan dengan seksama,  baik dan buruknya. Termasuk memperhitungkan kerugian yang paling sedikit,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK