Home » ARSIP » KERAMBIT: Senjata Genggam Khas Minangkabau

KERAMBIT: Senjata Genggam Khas Minangkabau


Tanggal:  Mon, 27 Sep 2010 15:40:54 WIB

Kerambit merupakan jenis senjata asli Minangkabau Sumatera Barat, termasuk senjata khas andalan yang sangat berbahaya. Dalam aksen Minangkabau disebut “kurambik”. Pada masa dahulu, permainan senjata kerambit di Minangkabau hanya diwarisi oleh para Datuk atau kalangan Raja, tidak sembarang orang menguasai permainan yang dianggap rahasia dan hanya untuk kalangan tertentu saja.

Dalam klasifikasi senjata genggam paling berbahaya, kerambit sebagai senjata mematikan menempati urutan kedua setelah pistol. Sabetan senjata kerambit bila mengenai tubuh lawan, dari luar memang tampak seperti luka sayatan kecil, namun pada bagian dalam tubuh bisa menimbulkan akibat yang sangat fatal karena urat-urat putus. Dan apabila mengenai perut, maka usus terpotong atau tercabik-cabik didalam.

Disamping menjadi senjata khas Minangkabau, permainan senjata kerambit juga berkembang di Madiun Jawa Timur yang dalam aksen Jawa disebut dengan nama “kerambik”. Permainan senjata ini diajarkan oleh Ki Ngabei Surodiwiryo dalam permainan pencak silat Setia Hati (SH), yang didapatnya dari Gurunya yang bernama Datuk Rajo Batuah di Kampung Ampang Padang. Dan Datuk Rajo Batuah tersebut merupakan murid dari para Panglima Minangkabau yang disebut Harimau Nan Salapan. Di Madiun, permainan senjata kerambit ini menjadi senjata khas pencak silat Setia Hati.

Ketika saya melakukan penelitian pencak silat Minangkabau pada tahun 2003 – 2005, jenis permainan senjata kerambit ini sudah hampir mengalami kepunahan. Di Padang, permainan ini bisa dijumpai di beberapa murid Ayah Darwis Rajo Putih pada Perguruan Pencak Silat Pauh dan juga pada seorang guru silat ternama di Nagari Nanggalo Padang bernama Musra Dahrizal Katik Jo Mangkuto (Mak Katik) yang berasal dari Padang Panjang.

Dari pengalaman penelitian menggali sumber pencak silat Setia Hati selama 2 tahun dengan menjelajah hampir semua daerah di Sumatera Barat menemui guru-guru silat ternama di berbagai nagari dari darek (pegunungan) hingga pesisir (rantau), jenis senjata kerambit ini nyaris tak dikenal lagi baik bentuk senjatanya maupun cara memainkannya bahkan filosofinya. Kebanyakan para pendekar di Sumatera Barat menduga senjata kerambit itu adalah pisau surawik.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan senjata kerambit tersebut untuk masa sekarang sudah termasuk langka.

Gambaran Umum Senjata Kerambit

Jenis                : Terdapat 2 jenis yakni: model jantan dan betina. Sejata kerambit model jantan

bentuknya besar, sedangkan yang model betina bentuknya kecil dengan ujung

gagang berlubang tempat jari telunjuk mencengkram dan cenderung permanen.

Ciri                   : Bagian luar dan dalam tajam, melengkung setengah lingkaran seperti kuku

harimau dengan ujung runcing tajam.

Design             : Bulan sabit

Keistimewaan : Karena bagian luar dan dalam tajam, senjata ini sulit dilumpuhkan, kecuali harus

menebas sampai putus kedua belah tangan. Khusus kerambit betina

keberadaannya cukup tersembunyi dibalik tangan dan nyaris tak terlihat oleh lawan.

Penggunaan    : Digenggam dan cukup tersembunyi dibalik tangan. Namun sebagai senjata

rahasia juga dapat digunakan pada telapak kaki atau diikatkan pada ujung rambut

yang panjang yang seolah-olah berfungsi sebagai tusuk konde.

Cara Memainkan

  1. Menjadi sempurna jika dimainkan sepasang dengan 2 tangan posisi atas dan bawah secara bergantian kiri dan kanan. Maksudnya untuk menutup semua celah yang memungkinkan untuk bisa ditembus lawan. Sehingga dengan memainkan sepasang kerambit menjadi sebuah pertahanan yang sangat rapat dan kokoh yang sulit untuk ditembus atau dimasuki oleh serangan lawan yang bagaimanapun hebatnya.
  2. Dimainkan khusus untuk pertarungan jarak dekat atau rapat.
  3. Setelah ujung kerambit berhasil menembus tubuh lawan, dengan seketika harus dibalikkan atau diputar arah. Hasilnya akan tampak diluar seperti luka dengan robek kecil tetapi di bagian dalam organ-organ tubuh putus. Apabila menyangkut ditangan lawan, akibatnya akan sangat mengerikan yakni semua urat tangan putus terkelupas bahkan tangan bisa potong.
  4. Permainan senjata kerambit ini akan sangat ideal jika dimainkan dengan permainan silat Taralak (di pencak Setia Hati disebut Sterlak). Taralak dalam bahasa Minangkabau berarti “kabau”, sebuah langkah silat tanpa mengenal mundur, seperti langkah kerbau yang selalu merangsek maju dengan kedua tanduknya, hanya mengenal istilah hidup atau mati.

Riwayat Senjata Kerambit

Senjata khas Minangkabau ini menjadi bagian terpenting yang tak dapat dipisahkan dari silat Minangkabau (silat Taralak). Keistimewaannya seperti kuku harimau (Minangkabau: inyik) yang setiap saat secara tiba-tiba keluar dari balik kaki dan tangannya pada saat menerkam atau memangsa lawan. Untuk itu harimau menjadi perlambang satria-satria atau Panglima Minangkabau.

Dimainkan dengan sistem langkah silat Taralak, senjata ini bagaikan tanduk kerbau dan semangat bertarungnya seperti kerbau. Dalam riwayat Minangkabau, kerbau kecil orang Minang dapat mengalahkan kerbau besar milik Raja Jawa. Kerbau juga menjadi perlambang suku bangsa Minangkabau.

Dalam pepatah Minangkabau dikatakan bahwa jika seorang pendekar atau satria belum menguasai kerambit, ibarat harimau tanpa kuku, ayam tanpa tajinya, burung tanpa paruhnya, gajah tanpa gadingnya, kerbau tanpa tanduknya.

Filosofi

  1. Sepasang kerambit bila dimainkan, menggambarkan seekor kerbau yang menjadi lambang suku bangsa Minangkabau. Hal ini mengisyaratkan jati diri seorang satria atau pendekar Minangkabau yang sebenarnya.
  2. Sepasang kerambit bila disatukan, menggambarkan perlambang hati. Dan barangsiapa yang setia kepada hati sanubarinya atau dapat merasakan sumber dari rasa yang selalu menghadap kepada Tuhan, niscaya ia akan selamat lahir bathinnya dan sampai kepada tujuannya. Artinya mengandung nilai ketaqwaan. Namun, jika ingkar atau menyimpang dari hati sanubarinya, maka ia akan celaka karena perbuatannya itu. Hal ini digambarkan dari senjata kerambit yang tajam sisi luar maupun sisi dalamnya, dari luar mampu melindungi ancaman dan dari dalam juga dapat memberi kontrol diri karena jika menyimpang akan menjadi senjata makan tuan. Dengan demikian untuk meraih kemenangan atau tujuan, maka dalam memainkan senjata kerambit juga harus berpedoman pada hukumnya yakni menjalankan “langkah” dalam “jurus” yang benar, tidak asal melangkah dalam memainkan suatu jurus. Sebab langkah dalam jurus merupakan sebuah hukum dalam pencak silat. Jika menyimpang atau melanggar dari hukum itu, maka akan memperoleh akibat hukumnya atau tergelincir karenanya. Dalam pencak silat, ini apa yang dimaksud sebagai rohnya pencak silat itu sendiri.
  3. Dalam memainkan langkah kerambit, kerambit muncul dari sisi atau samping perut, tersembunyi disamping iga atau rusuk. Hal ini mengandung maksud:
    1. Kerambit ibarat tulang iga (bentuknya melengkung), mengingatkan kepada riwayat seorang wanita, sehingga wajib hukumnya untuk menempatkan wanita pada kedudukan yang terhormat mengingat kedudukannya sebagai seorang ibu. Dalam sistem adat Minangkabau, wanita memperoleh kedudukan yang sangat tinggi (matrilineal).
    2. Kerambit ibarat tulang rusuk, memperlihatkan bahwa organ-organ tubuh bagian dalam manusia terlindungi oleh rusuk yang dapat membentuk tubuh manusia memiliki alat pertahanan yang kokoh dan kuat. Jika tidak ada tulang rusuk, maka badan menjadi lemah. Rusuk berfungsi melindungi ancaman dari luar dan ancaman dari dalam agar organ bagian dalam tidak mudah keluar dari badan. Dibalik rusuk juga bersemayam hati atau sumber rasa.

Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya senjata kerambit itu adalah senjata yang berasal dari dalam tubuh manusia. Maka dalam pencak silat Minangkabau atau pencak silat Setia Hati (disingkat SH) merupakan satu kesatuan sistem yang tak dapat dipisahkan. Senjata yang ampuh adalah senjata yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Seperti yang digambarkan pada binatang kerbau yang memiliki tanduk yang kuat dan harimau yang memiliki kuku yang tajam, senjatanya binatang juga berasal dari dalam dirinya sendiri.

Oleh: Agus Mulyana

* Penulis adalah Pemuda Pelopor Nasional 2007

Bidang Kebudayaan dan Pariwisata

3 Responses

  1. agung handaryanto says:

    wah..itu senjata hebat sekali!!, sayang sy belum pernah belajar. kalo mau belajar boleh? mumpung belum punah agar bisa lestari

Leave a Reply



Free SEO Tools
Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free!

© 2011 SUMEDANGONLINE :: Portal Berita Seputar Sumedang · RSS · Modified by sumedangonline.com · Powered by WordPress
Real Estate Link Exchange Directory
Free link exchange and link building service for real estate themed websites.