BANTAHAN AL QURAN TERHADAP TEORI PTOLEMEUS DAN COPERNICUS – SUMEDANGONLINE | Berita Seputar Sumedang
Sedang Dibaca
Home > Tulisan Kang Surahman > BANTAHAN AL QURAN TERHADAP TEORI PTOLEMEUS DAN COPERNICUS

BANTAHAN AL QURAN TERHADAP TEORI PTOLEMEUS DAN COPERNICUS

Dulu, orang yang berpandangan sederhana percaya bahwa manusia adalah poros alam semesta. Selama ribuan tahun mereka juga meyakini bahwa Bumi pusat jagat raya. Bulan, Matahari, dan bintang seakan bertasbih dan tawaf mengelilingi Bumi tempat manusia berdiam. Paham geosentris ini dikemukakan Claudius Ptolemeus tahun 140 SM dalam karyanya Almagest.

Ketika Al-Qur’an diwahyukan kepada Rasulullah [saw] pada abad VII M, paham geosentris masih tertanam kuat dalam wawasan pengetahuan manusia pada masa itu. Bahkan, pada era Khulafaur Raasyidiin, Bani Umayah dan Bani Abbasiyah kepercayaan itu tetap dianut kebanyakan orang. Sehingga, beberapa terminologi ayat Al-Qur’an sempat menimbulkan kesulitan yang cukup berat pada ahli-ahli tafsir Al-Qur’an zaman itu. Mereka masih terpengaruh bahwa benda-benda langit lain berputar mengelilingi Bumi.

Sehubungan dengan kondisi tersebut maka tidaklah mengherankan jika para muffasirin kesulitan untuk menjelaskan tentang Al Qur’an, karena pada saat itu ilmu pengetahuan alam, masih jarang yang mengetahui. Namun demikian Al Qur’an pada saat itu sudah jelas menyebutkan kebenarannya. Setelah berkembangnya pengetahuan alam di dunia ini, barulah disadari bahwa Al Qur’an itu sejak diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dulu, sudah mendahului kebenaran dari ilmu-ilmu modern pada saat ini.

Hal tersebut di atas akhirnya mengakibatkan beberapa ‘muffasirin‘ mengambil jalan tengah dengan penuh kehati-hatian menerangkan ayat-ayat “ilmiah” itu. Misalnya, ahli tafsir yang masyhur antara abad X-XI M, Al-Thabari, berpendapat bahwa kita harus tutup mulut jika tidak tahu. Barulah beberapa abad kemudian beberapa terminologi Al-Qur’an itu dapat dicerna oleh ilmu pengetahuan manusia.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Share your vote!
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

1 2 3 4 5 6 7 8 9







7 thoughts on “BANTAHAN AL QURAN TERHADAP TEORI PTOLEMEUS DAN COPERNICUS

  1. ASALAMU’ALAIKUM, KAMI MINTAK KESIMPULAN DARI SAUDARA DARI PERNYATAAN DIATAS. MATAHARIKAH YANG BEREDAR ATAU BUMIKAH YANG BEREDAR? TOLONG JELASKANNYA !

  2. @ MUHAMMAD ASRI : wa’alaikum salam,wr,wb.

    sebelum menjelaskan secara ilmiah, terlebih dahulu sy mau tanya : apakah anda pernah belajar ilmu alam (fisika) atau Bumi & Antariksa ? Karena klu belum pernah belajar ilmu dasar fisika, akan susah menjelaskannya karena tidak akan nyambung logikanya.

    Secara garis besar,sy jelaskan, bahwa bumi beredar / berputar pada porosnya dalam 1 putaran = 24 jam (sehari-semalam). Sambil berputar tersebut, Bumi mengelilingi Matahari, dalam satuputarannya = 365,1/4 hari. Yang berputar mengelilingi Matahari tidak hanya Bumi, melainkan planet-planet lainnya juga dari urutan yg terdekat ke Matahari : Marcurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Ploto. Sementara baru 9 Planet yg diketahui oleh Manusia (karena kemampuan / keterbatasan teleskop yg dimiliki saat ini), namun masih banyak yg lainnya akan tetapi tidak diketahui karena saking jauhnya,

    Semua Planet / benda di luar angkasa beredar pada porosnya, artinya bergerak pada garis edarnya masing-masing, sesuai dengan ketetapan-Nya (sunatullah), yang menjadi pusat edarnya adalah yg memiliki gaya gravitasi yg paling besar. Dalam Galaxy (Gugusan Bisa Sakti), yang menjadi pusat perputarannya adalah Matahari, artinya semua mengelilingi Matahari, berdasarkan garis edar (porosnya) masing2, dengan waktu putaran satu dengan lainnya berbeda-beda.

    Namun selain itu, Matahari juga bukan berarti diam ! Matahari juga beredar sesuai dengan garis edarnya namun tidak diketahi pasti beredar mengelilingi apa, dan berapa lama dalam 1 putarannya. Hal ini karena sangat besar sekali, manusia pd saat ini belum mampu mengukurnya secara pasti karena masih keterbatasan dengan peralatan yg dimilikinya…!

    Demikian penjelasan singkat dari saya, semoga jelas..!
    Bila masih belum jelas / mengerti, silahkan hubungi sy di nomor ini : 0821 15000 101.

    Semoga Alloh memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua.
    Terimakasih,
    Ir.H.Surahman,M.Tech,M.Eng

  3. “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, Matahari dan Bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya (orbit). (QS. Al Ambiya: 33.

    Bukankah dikatakan dalam ayat tersebut KEDUANYA (MATAHARI DAN BULAN) BEREDAR DALAM BARIS EDARNYA.

    Trus, kalo memang bumi berputar pada porosnya, apakah kita bisa menggunakan balon udara, mengambang dan biarkan bumi yang berputar kemudian kita sampai tujuan, apakah demikian…??? terimakasih atas penjelasannya Pak…

  4. @Trisna :
    Bumi berputar pada porosnya (rotasi), maka setiap benda yang berada didalamnya pun ikut ‘bergerak seiring perputaran bumi’ karena dari rotasi tersebut menimbulkan medan magnet (gravitasi) yang mengacu ke titik pusat bumi,
    mengenai balon udara yang melayang di udara sesuai dengan arah geraknya, juga benda2 lain seperti pesawat, dll. dikarenakan benda-benda tersebut masih berada dalam cakupan atmosfir bumi, dan apapun yang berada dalam atmosfir bumi maka benda tersebut akan terkena efek gravitasi bumi. sedangkan pergerakan benda disebabkan oleh dorongan/ percepatan dari benda tsb.
    sederhananya, bayangkan jika Anda melempar apel didalam sebuah mobil yang bergerak konstan, tentu apel tersebut akan melayang dan jatuh lagi ke permukaan, tidak terpental ke belakang, hal ini terjadi karena pengaruh pergerakan mobil. karena apel tsb masih dalam cakupan daya tarik gravitasi mobil. berbeda jika mobilnya cap terbuka, jika apel dilempar hingga melewati batas tinggi mobil maka apel itu akan terpental kebelakang, dikarenakan posisi apel telah keluar dari cakupan gravitasi gerak mobil, dan kembali terkena medan magnet dari gravitasi bumi.
    semoga dapat mencarahkan 🙂

  5. Pada akhir Posting, sayapun sempat berfikir demikian .. kenapa bukan Orang ISLAM yang dapat memberikan penjelasan KEILMUAN (TEORI yang disebut-sebut sebagai pengetahuan MODERN.). Namun sayapun dapat memahami apa yang tersirat sebenarnya (ini menurut saya lho). Hal ini dicontohkan/digambarkan kepada Rosullullah yang tidak bisa baca dan Tulis. Allah memberikan umpan balik pada kaum kafir yang dikehendaki ALLAH agar mereka berfikir. Kalau orang ISLAM yang memberikan Fatwa, maka kaum kafirpun tidak akan mudah untuk menerimanya.. Maha benar Allah dengan segala Firmannya..

Leave a Reply

Top