HALO POLISI

Dua Warga Sumedang Terlibat Transaksi Narkoba Terancam 20 Tahun Bui

Penulis: Fitriyani Gunawan | Editor: Redaksi
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menunjukkan sejumlah barang bukti pada saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di wilayah hukum Polres Sumedang. Kamis, 11 November 2021.
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menunjukkan sejumlah barang bukti pada saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di wilayah hukum Polres Sumedang. Kamis, 11 November 2021. | FOTO: HO. Humas Polres Sumedang

SUMEDANGONLINE, Mapolres Sumedang: Dua warga Sumedang, Jawa Barat dibekuk jajaran Satuan Reserse Narkotika, Polres Sumedang. Keduanya yakni, R.P Alias Penjol,25, dan J.M alias Jamal, 25, diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (Narkoba).

Dikatakan Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, Penjol ditangkap polisi di depan kantor BRI cabang Pamulihan, Kecamatan Pamulihan dengan barang bukti satu paket narkotika dengan berat sekitar 1,24 gram sabu pada Minggu, 7 November 2021. Paket sabu tersebut didapatnya dari seseorang berinisial CK yang dikenalnya melalui media sosial dengan keuntungan sebesar Rp50.000 per paketnya.

Satuan Reserse Narkoba Polres Sumedang juga pada Selasa, 9 November 2021 menangkap seorang pria Jamal yang setelah degeledah di rumahnya di Perum Puskopad, Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari Sumedang didapati memiliki narkotika berupa 22 paket dengan berat 23,95 gram sabu.

“Tersangka Penjol dan Jamal, keduanya mendapatkan barang sabu tersebut melalui media sosial, keduanya mengaku sebagai perantara dan barang tersebut akan dijual kembali dengan masing-masing tersangka mendapatkan keuntungan yang berbeda”, ujar Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto pada saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di wilayah hukum Polres Sumedang. Kamis, 11 November 2021.

Seperti yang telah dijelaskan dalam konferensi pers bahwa tersangka Jamal mendapatkan paket sabu dari orang yang dikenal melalui medsos berinisial BRENDI Als JOKER yang masih dalam proses Penyelidikan (DPO) untuk dikirim kepada pemesan dengan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 5.200.000.

Atas perbuatannya kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1). Undang-undang RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

“Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dan denda paling banyak 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah),” demikian Kapolres Sumedang. ***

Tinggalkan Balasan