Karangtaruna Desa Ganeas membuat destinasi wisata berkonsep alam yang diberinama Bale Citembong Girang itu, dibangun di atas tanah irigasi seluas sekitar 1.500 meter persegi. Terdapat 3 saung utama berbentuk segitiga, jembatan, dan bangunan lainnya, yang terbuat dari bambu. Kemudian ada juga wahana permainan seperti jungkat-jungkit, dan ayunan.

sumedangkab/SUMEDANG ONLINE

Karangtaruna Desa Ganeas membuat destinasi wisata berkonsep alam yang diberinama Bale Citembong Girang itu, dibangun di atas tanah irigasi seluas sekitar 1.500 meter persegi. Terdapat 3 saung utama berbentuk segitiga, jembatan, dan bangunan lainnya, yang terbuat dari bambu. Kemudian ada juga wahana permainan seperti jungkat-jungkit, dan ayunan.

Karang Taruna Ganeas Sumedang Kembangkan Wisata Berkonsep Alam Bale Citembong Girang

SUMEDANGONLINE – Mamanfaatkan saluran irigasi yang berada di Dusun Citra Taruna Desa Ganeas Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang, karang taruna di Desa Ganeas membuat destinasi wisata berkonsep alam.

Destinasi yang diberinama Bale Citembong Girang itu, dibangun di atas tanah irigasi seluas sekitar 1.500 meter persegi. Terdapat 3 saung utama berbentuk segitiga, jembatan, dan bangunan lainnya, yang terbuat dari bambu. Kemudian ada juga wahana permainan seperti jungkat-jungkit, dan ayunan.

Selain itu, ada juga pot-spot swafoto, dengan pemandangan Gunung Tampomas dan hamparan persawahan, yang menjadi unggulan di Bacigi.

Inisiator Bale Citembong Girang, Aip Budi mengatakan, Bale Citembong Girang mulai dibangun pada November 2022.

“Awalnya kami bangun saung-saungan untuk nongkrong-nongkrong saja, karena disini pemandangannya bagus, langsung ke Gunung Tampomas. Tapi ternyata banyak yang berdatangan, termasuk anak-anak sekolah,” kata Aip Budi.

Selanjutnya Bale Citembong Girang dikembangkan karena semakin banyak pengunjung Semua bahan bangunan untuk membuat wahana dibuat secara swadaya dari masyarakat.

“Masyarakat sangat mendukung, semua bahan bambu ini dari masyarakat. Kami tinggal ngambil seperlunya dari kebun warga,” katanya lagi.

Kini, sambung Budi, Bacigi juga menjadi wahana bermain anak-anak. Dikatakan, sejumlah sekolah tingkat TK dan SD sudah banyak yang berkunjung.

“Hampir setiap hari ada saja yang ke sini. Suka dijadikan tempat belajar untuk anak-anak sekolah dekat sini,” ucapnya.

Saat ini, Bacigi masih terus dikembangkan. Rencananya akan dibangun musholla dan toilet. Untuk masuk ke Bacigi tidak dikenakan tarif. Pihaknya berharap Bacigi menjadi tempat wisata unggulan di Ganeas.

“Rencananya nanti juga akan ada wahana perahu karet dan ATV. Sudah ada yang ngasih ATV, dan kami akan siapkan areanya,” ucap Budi. ***