Home / SENI DAN BUDAYA

Jumat, 9 April 2010 - 11:09 WIB

HELARAN PUSAKA LELUHUR SUMEDANG



Acara Maulid Nabi Muhammad S.A.W. 1428 H diperingati setiap tahunnya pada tanggal 1 Maulud di Keraton Sumedang Larang komplek Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang, diawali Ritual ngumbah Pusaka – pusaka peninggalan leluhur Sumedang seperti Pedang Ki Mastak peninggalan Prabu Tajimalela raja Sumedang Larang pertama tahun 721 – 778 M, Keris Ki Dukun peninggalan Prabu gajah Agung (893 – 998 M), Keris Panunggul Naga peninggalan Prabu Geusan Ulun (1578 – 1601 M), Keris Nagasasra peninggalan Pangeran Panembahan Bupati Sumedang (1656 – 1706 M), Keris Nagasasra II peninggalan Pangeran Kusumahdinata / Kornel Bupati Sumedang (1791 – 1828), Badik Curul Aul peninggalan Senapati Jayaperkosa dan Mahkota Binokasih peninggalan Prabu Geusan Ulun (1578 – 1601 M).

Ritual Ngumbah pusaka yang diselenggarakan oleh Yayasan Pangeran Sumedang memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk menyaksikan pencucian pusaka – pusaka peninggalan leluhur Sumedang secara langsung.

Ritual ngumbah pusaka yang baru ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mulud / 9 Maret 2008 diawali dengan penurunan Pusaka – pusaka leluhur Sumedang dari tempatnya kemudian pusaka tersebut di cuci satu persatu diawali dengan Pedang Ki Mastak yang dicuci oleh Ketua Yayasan Pangeran Sumedang R. I. Lukman Soemadisoeria . Ritual ngumbah pusaka pada hari pertama adalah 6 buah pusaka peninggalan dari para raja dan Bupati Sumedang, selain pusaka turut dicuci juga Kareta Naga Paksi. dan Gamelan seperti Gamelan Parakan Salak dan Sari Oneng, setelah dicuci gamelan ini tidak boleh ditabuh hingga tanggal 11 Rabiul awal.

Baca Juga  Ini 23 Warisan Budaya Tak Benda yang sudah bersertifikasi untuk Jawa Barat

Puncak acara Maulid Muhammad S.A.W. adalah Kirab Helaran Pusaka Leluhur Sumedang yang dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2008. Acara kirab dikuti oleh wargi keturunan Leluhur Sumedang, yang menjadi perhatian masyarakat adalah ikut sertanya 9 Pusaka Leluhur Sumedang dan Kareta Naga Paksi yang ditarik oleh manusia selain itu rombongan berkuda keturunan raja – raja Sumedang Larang . Acara kirab dimulai dari Gedung Pusaka Museum Prabu Geusan Ulun kemudian menuju ke Gedung Negara (Kompleks Pemkab Sumedang) lalu memasuki Jalan Prabu Geusan Ulun hingga pertigaan Jalan Prabu Geusan Ulun dan Jalan Kutamaya.

Baca Juga  Siger Mahkuta Binokasih

Ketua Yayasan Pangeran Sumedang (YPS) Rd.I. Lukman Soemadisoeria menerangkan “Kirab pusaka ini merupakan kegiatan tahunan yang di selenggarakan oleh Kraton Sumedang Larang yakni Yayasan Pangeran Sumedang dan Rukun Wargi Sumedang, pada Helaran tahun lalu memberikan informasi kepada warga Sumedang bahwa peninggalan Kerajaan Sumedang Larang memang kaya dan menjadi bagian dari budaya Sumedang yang harus dilestarikan” ujarnya.

Kerajaan Sumedang Larang merupakan bagian dari kerajaan – kerajaan Sunda, setelah runtuhnya Kerajaan Padjajaran pada tahun 1579 M, Sumedang Larang menjadi penerus Kerajaan Padjajaran dengan di serahkannya Pusaka Padjajaran berupa Mahkota Binokasih oleh empat Senopati Padjajaran kepada Prabu Geusan Ulun raja Sumedang Larang. (Abdul Latief)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Melly Mellyna Mojang Pinilih Sumedang 2021 yang sedang bertarung di ajang Mojang Jajaka (Moka) Jabar 2021unggul dalam survei terbaru. Sebelumnya Melly berhasil unggul dalam Survei Hotpick Sashjabar.

Pilihan Redaksi

Mojang-Jajaka Jabar, Mojang Pinilih Sumedang Melly Mellyna: Kembali Unggul dalam Survei

SENI DAN BUDAYA

Kereta Naga Paksi
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Hari Tri Santoso

Pilihan Redaksi

Surat Vaksin untuk Seniman Bisa Jadi Catatan Rekomendasi Pemberian Izin Manggung

SENI DAN BUDAYA

Hajat Lembur Cijatihilir

SENI DAN BUDAYA

Gedung Negara akan dijadikan Pusat Budaya
Ketua Aliansi Penyelenggara Pernikahan Sumedang Yadi Bahman

SENI DAN BUDAYA

528 Vendor Wedding Organizer Turut Serta Divaksin

Pilihan Redaksi

Situs Benteng Baterai Ternyata Tak Hanya Ada di Sumedang

SENI DAN BUDAYA

SENI KUDA RENGGONG