PENDIDIKAN, Pilihan Redaksi

ICMI berharap pemimpin Sumedang kudu berpihak pada pendidikan

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Sumedang, Dr. Asep D. Darmawan | FOTO:  

SUMEDANG: Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Sumedang, Dr. Asep D. Darmawan menyebutkan, organisasinya mendorong agar pemimpin Sumedang yang akan datang harus lebih mementingkan dan memiliki keberpihakan terhadap pembangunan pendidikan.

Disebut Asep, ICMI menilai pendidikan merupakan salah satu unsur penting yang sekaligus bisa menjadi investasi jangka panjang untuk Sumedang.

”Dunia pendidikan merupakan sebuah investasi jangka panjang bagi suatu daerah. Sebab maju atau tidaknya suatu daerah di masa yang akan datang, tergantung pada sistem pendidikannya yang diterapkan saat ini,” terang Asep D. Darmawan.

Asep mengungkapkan, Indonesia dan termasuk khususnya di Sumedang saat ini telah memasuki fenomena bonus demografi. Yakni fenomena ketika suatu daerah mengalami peningkatan jumlah penduduk usia produktif secara signifikan. Untuk itu, ia menilai, saat ini adalah saat yang tepat untuk menggenjot sektor pendidikan sebagai salah satu faktor pendukung pembangunan di sektor SDM.

”Bonus demografi tanpa didukung dengan kualitas dan kuantitas pendidikan masyarakat Sumedang tidak akan memberikan dampak positif untuk perkembangan dan kemajuan Sumedang. Justru ini saat yang tepat, menjadikan pendidikan sebagai salah satu faktor penting untuk mendorong pembangunan SDM. Infrastukur bagus, tanpa didukung dengan SDM yang mumpuni, tentunya akan menimbulkan masalah baru, ” kata Asep yang juga merupakan menyandang gelar Doktor  di bidang Ilmu Pendidikan ini.

Lebih lanjut Asep menegaskan, artinya manakala pimpinan daerah hasil pilkada 2018-2023 tidak dapat memfokuskan dan memberikan perhatian lebih pada pendidikan akan sangat rugi karena bisa jadi kita tidak menikmati bonus demografi. ”Oleh karenanya pimpinan baru harus memasukkan pendayagunaan pendidikan dalam visi misinya yang akan dimanfiestasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daedah (RPJMD) kepemimpinannya, ” jelasnya,

Menurut Asep, tantangannya bukan hanya tentang angka rata-rata lama sekokah di Sumedang yang masih rendah. Akan tetapi masih ada problem lain diantaranya yakni masih banyak lulusan pendidikan yang belum semua bisa bersaing di dunia kerja.

“Bukan hanya sarana pendidikan yang masih belun merata dan terpenuhi sesuai standar yang dibutuhkan. Juga kualitas pendidikan yang harus menjadi prioritas. sehingga lulusan sekokah mampu bersaing di dunia kerja, ” lanjutnya.

Sebab mana mungkin perusahaan mau menerima lulusan manakala lulusan sekolahnya tidak disiapkan untuk kerja. Kualitas kerja ini harus jadi fokus pimpinan daerah yang baru. ***

Respon (2)

  1. – ,, ICMI perlu mendalami apa yg terjadi dgn Metode Ustadz Ba’asyir — hanya dgn liliwetan & sarungan bisa ciptakan Amrozi — satu saja ciptakan “militan” dunia terguncang — ,, spirit agama ! , mengapa Alfred Wallace th 1885 menjelajah hingga Arafura , Ternate ? Spirit protestan ! (Weber) — mengapa Jepang maju ,, spirit Tokogawa (Robert Bellah) ,, mengapa orang kejar prestasi karena ada Nach , achievement motivation (Mc Clelland) — ICMI ,, spirit agama ! ? ,

Tinggalkan Balasan